Raja Salah

Penulis: Administrator Pada: Jumat, 04 Mei 2018, 05:30 WIB podium
Raja Salah

VENI Vidi Vici. Saya datang, saya lihat, saya taklukkan. Adagium Julius Caesar dari Romawi itu kini tengah disematkan kepada Mohamed Salah, bintang sepak bola Liga Inggris. Klub barunya, Liverpool FC, memang bukan kampiun liga musim ini, tapi di the Reds pria kelahiran Mesir, 15 Juni 1992 itu menjadi bintang teramat menjulang.

Prestasi di luar perkiraan banyak orang, juga ia sendiri. Di Liverpool sepanjang musim 2017-2018, Salah mengukir 43 gol dari 48 laga, dan 15 assist. Ia baru saja mendapatkan penghargaan pemain terbaik Liga Inggris dari Asosiasi Penulis Sepak Bola atau Football Writers' Asociation (FWA). Ia mengalahkan Kevin De Bruyne.

Sebelumnya, ia juga menyingkirkan De Bruyne sebagai pemain terbaik Liga Inggris versi Profesional Football Asociation. Salah pun juga diprediksi bakal menyabet gelar Ballon d'Or, atau minimal masuk tiga besar penghargaan itu, memutus dominasi Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

“Messi merupakan pemain terbaik yang pernah saya hadapi, tetapi Salah sama mengerikannya seperti pemain Argentina itu," kata penjaga gawang AS Roma, Alisson Becker kepada Gazzetta dello Sport.

Meski bukan menjadi pemuncak di Liga Primer, Liverpool melaju ke final Liga Champions setelah menekuk bekas klub Salah, AS Roma, 5-2 pada pertandingan di Stadion Anfield pekan silam. Pada pertandingan di kandang Roma, kemarin dini hari, klub Italia itu, meski menang 4-2, kalah secara agregat.

The Reds pun menantang Real Madrid di final setelah menumbangkan Bayern Muenchen. Salah seakan menepati janjinya ketika ia baru meneken kontrak bergabung dengan Liverpool. "Saya akan tunjukkan 100% kemampuan dan segalanya untuk klub ini. Saya ingin memenangi gelar bersama klub ini," tuturnya ketika itu.

Salah mengaku tak sabar untuk dilatih manajer Juergen Klopp. Di bawah Klopp, Salah menunjukkan performa terbaiknya, melebihi ekspektasi siapa pun, juga Salah sendiri. Pendeknya hari-hari ini,  Salah tengah menjadi nama yang membahana. Padahal, ketika di Chelsea dua tahun lalu, di bawah pelatih Jose Mourinho, ia kerap dibangkucadangkan.

AS Roma memang menjadi jembatan Salah menuju puncak, kini mulai ada yang menyesali kenapa Salah harus dilepas ke Liverpool yang kemudian menjegalnya ke final Liga Champions. Salah, pemeluk teguh Islam ini, juga andalan utama timnas Mesir yang akan berlaga di Piala Dunia pada Juni nanti di Rusia. Setelah menanti 28 tahun,  ‘

Negeri Spinx’ itu maju ke Piala Dunia 2018.  Mufti Besar Mesir, Shawki Allam, telah pula berfatwa, Salah dkk boleh tak berpuasa saat Ramadan ketika berlaga bola. Seorang muslim boleh tidak berpuasa Ramadan jika bepergian jauh atau profesinya membutuhkan kekuatan fisik. Itu pun jika profesi tersebut satu-satunya sumber penghasilan.

Tentu mereka harus mengganti puasa di lain hari. Fatwa itu tentu terkait pula dengan laga finalnya di Liga Champions melawan El-Real yang akan digelar 26 Mei ini nanti, juga pada Ramadan. Selain Salah, pemain muslim di the Reds ada Sadio Mane asal Senegal dan gelandang Jerman asal Turki, Emre Can.

Berkat Salah di Liverpool, inilah rakyat Mesir seperti bangkit kembali dari berbagai peristiwa politik yang mereka alami. Media-media Mesir menampatkan Salah di halaman-halaman depan dengan menyanjungnya sebagai ‘Raja Salah'.

"Sejujurnya begitu Salah menciptakan gol, sekujur tubuh kami merinding," kata pelayan kafe Sherif Hussein kepada Reuters TV. “Saya sudah menyaksikan gol-gol kemarin itu. Jika (Leonel) Messi mencetak gol seperti itu, mereka akan menyebut dia fenomenal, tetapi ini pertama kali kami melihat seorang warga Mesir memesona seluruh dunia," katanya lagi.

Salah tak hanya menjadi magnet penggila bola, tapi juga mereka yang semula sebaliknya. Mereka berbincang tentang sang ‘Raja Salah’ hampir setiap waktu. Ia menjadi semacam ‘mesias’ bangsa Mesir.  "Saya bangga sekali kepada Mohamed Salah  yang telah menampilkan gambaran kepada dunia internasional mengenai Mesir, Arab, dan Islam.

Dia mampu menampilkan citra kami secara elegan dan sederhana," kata Fatma Saad, warga Kairo, yang semula tak suka bola.Jika saja nanti Liverpool memenangi Piala Champions, dan terlebih Salah menjadi penentu kemenangan, kian lengkaplah kebanggaan rakyat Mesir.  

Namun, tidak pun, Salah telah mengukir sejarah sebagai pemain bola dari Benua Afrika dan dunia Arab yang paling cemerlang.  Bola di kaki Salah telah menjadi inspirasi kebanggaan rakyat Mesir. Bahkan, ada yang menjagokan sebagai calon presiden!  Ketika pemilihan presiden Mesir Maret silam dengan dua calon:

Abdel-Fattah Al-Sisi dan Moussa Mustafa, 1 juta pemilih menyalahgunakan surat suara untuk menulis nama Salah! Seperti diberitakan The Economist, Al-Sisi menang 92% suara. Namun, lebih dari 1 juta pemilih menggunakan hak demokratis mereka untuk menunjukkan protes karena tak puas dengan dua kandidat itu.

Sebagai gantinya, aksi ‘golput’ itu mereka lakukan dengan mencoret dua nama di atas dan menambahkan nama Salah sebagai gantinya. Sebagai presiden! Salah  dulu pernah meninggalkan sepak bola Mesir karena kekisruhan negerinya lalu bermain untuk klub Basel di Swiss, yang membawanya juara. Pada 2012 ia dinobatkan sebagai pemain muda Afrika terbaik. Kini berkat prestasinya di Liverpool, rakyat Mesir menobatkannya sebagai ‘Raja Salah’.  Raja yang menjadi oasis ketika politik membelah bangsa Mesir.

 

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More