Jendela Buku

Berikan Kebahagiaan kepada Karyawan

Sabtu, 8 April 2017 04:16 WIB Penulis: Wnd/M-2

SEMUA ialah pemimpin. Begitulah Tan Kwang Hwa, pemilik pabrik tisu Tessa, memandang setiap orang yang bekerja di perusahaannya.

Ia tidak membedakan pemimpin berdasarkan jabatan karena hal tersebut bertolak belakang.

Ia ingin semua pekerja memiliki kemampuan kepemimpinan (leadership) dan bisa menjadi pemimpin atas semua pekerjaan, hak, dan tanggung jawab yang dipegang.

Pria yang kini sudah berusia 70 tahun itu nampak dicintai keluarga dan rekan-rekan kerja yang datang pada acara peluncuran buku, The Impossible Possible di Kinokuniya, Kamis (30/3).

Seperti dalam cerita dan prinsip yang dituangkan dalam buku tersebut, memberikan kebahagian kepada karyawan ialah hal utama untuk bisa memajukan sebuah perusahaan.

Sebagai aset perusahaan yang bukan sekadar slogan, memberikan pemberdayaan menjadi salah satu cara untuk menjaga aset tersebut.

Jika karyawan bahagia, dapat dipastikan perusahaan juga sedang bahagia. Sebaliknya, jika karyawan merasa tidak nyaman, berarti sesungguhnya perusahaan juga sedang tidak aman.

Kebebasan diberikan Tan kepada setiap pekerjanya, mereka berhak bahagia dengan caranya masing-masing sembari terus dilatih untuk memperkuat perannya sebagai pemimpin.

Selain menjaga aset, memiliki visi juga dikatakan sebagai salah satu kekuatan majunya sebuah perusahaan.

Dengan arah visi yang jelas, sikap tidak mudah menyerah tentu akan digenggam erat serta membuat jauh lebih siap dalam menghadapi tantangan.

Tan tidak pernah takut untuk memilih tantangan, tentu dengan analisis antisipasi agar tidak terlalu jauh mencederai perusahaannya.

Meski seorang pemimpin pabrik kertas tisu tessa, ia kerap belajar dari pengalaman dan pengetahuan orang lain.

Salah satu pelajaran yang ia tuturkan perihal dunia telekomunikasi seluler, ada banyak perusahaan telekomunikasi seluler yang akhirnya harus menurunkan produksinya lantaran tidak memiliki antisipasi dalam menghadapi perubahan.

Hal ini terjadi lantaran pemimpin tidak bisa membawa ke arah mana perusahaan seharusnya bergerak, dan kalau diperhatikan kekalahan bersaing itu justru terjadi saat perusahaan sedang berjaya.

Sukses itu bersama

Kalau ingin perusahaan sukses, harus dihadapi bersama. Sukses itu bersama, bukan hanya punya pemilik perusahaan dan pemimpin.

Karena itu, dalam bab Life is Happiness, Tan menuturkan, menyebarkan kebahagiaan, membiarkan semua pekerja sukses dalam keluarga, dan usaha menjadi kunci besar serta suksesnya sebuah usaha.

Semua tingkatan pekerja harus dilibatkan karena seperti prinsipnya, semua ialah pemimpin, semua punyak hak untuk menyatakan pendapat dan memberikan yang terbaik.

Tidak hanya diperlakukan seperti pekerja, justru pemberdayaan dan kebahagian akan mampu menghasilkan banyak ide luar biasa.

Buku ini memberikan banyak pembelajaran dasar yang justru banyak dilupakan.

Dengan bahasa sederhana dan contoh-contoh kasus nyata pada beberapa bab, membuat kita tidak terjebak bahwa apa yang dikatakan hanyalah sebatas ungkapan di mulut.

Dari satu teman, kita bisa mendapatkan ribuan keberuntangan.

Hal ini dialami secara langsung oleh Tan Kwang Hwa, dalam inisiatif pembangunan pabrik kertas lantaran kerap bertukar informasi dengan kerabatnya di satu perusahaan sebelumnya.

______________________________________

Judul: The Impossible Possible-Pembelajaran Tan Kwang Hwa

Merintis Pabrik Kertas Tisu Tessa Menjadi Perusahaan Kelas

Dunia

Penulis: Dyah Hasto Palupi

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit: 2017

Tebal: 130 halaman

Komentar