Eksplorasi

Brexit Pertama Terjadi 450 Ribu Tahun Lalu

Sabtu, 8 April 2017 03:15 WIB Penulis:

AFP

INGGRIS Raya saat ini sudah memulai proses Brexit--keluar dari Uni Eropa.

Siapa sangka, secara geologis, Brexit sebenarnya sudah terjadi pada setengah juta tahun silam.

Studi terbaru yang dimuat di jurnal Nature Communications, pekan ini, mengungkapkan bahwa daratan Britania yang kini terpisah dari kontinen Eropa, dulunya merupakan kesatuan.

Peristiwa Brexit pertama, menurut peneliti, bermula pada 450 ribu tahun lalu.

Di masa Zaman Es, ada daratan penghubung berupa punggung bukit berkarakteristik tundra sepanjang 32 km.

Area berbatu itu menyatukan Donver di sebelah selatan Inggris dengan wilayah Calais di bagian utara Prancis.

Di balik bukit terdapat danau besar.

Penghubung dua wilayah itu hancur akibat banjir besar dari danau yang terjadi dua kali.

Banjir pertama merusak bukit hingga menciptakan air terjun setinggi 32 km.

Lalu banjir kedua pada 150 ribu tahun lalu melenyapkan permukaan bukit sehingga melahirkan Selat Inggris.

"Inilah (yang kami sebut) Brexit 1.0, yakni Brexit yang tak dipilih siapa pun," kata kepala tim peneliti dari Imperial College London, Sanjeev Gupta.

Tim peneliti berhasil menemukan jejak bencana di dasar laut Selat Inggris, yakni berupa 7 lubang besar.

Mereka lalu melakukan pemindaian sonar terhadap lubang-lubang tersebut.

Selain itu, mereka juga menemukan lembah kuno di dasar laut.

Dari temuan itu, peneliti meyakini bahwa lubang-lubang itu disebabkan banjir.

Lubang-lubang dasar laut itu kini terisi sedimen yang kedalamannya mencapai 140 meter. Adapun dia-meternya hingga 4 km.

Menurut catatan, lubang-lubang itu sebelumnya pernah ditemukan secara tidak sengaja oleh para insinyur yang melakukan eksplorasi pada 1960-an dan 1970-an.

Teori soal danau glasial di Donver pun sebenarnya sudah dicetuskan sejak satu abad lalu.

Namun, saat itu pembuktiannya dinilai kurang memadai.

Bersejarah

Lebih lanjut, Gupta mengatakan peristiwa itu berdampak besar bagi masyarakat Inggris.

"Kejadian itu merupakan peristiwa penting yang pernah terjadi di wilayah barat laut Eropa dan menentukan sejarah Inggris. Andai saja itu tidak terjadi, Inggris akan tetap terhubung dengan daratan Eropa," ujar Gupta.

Pasalnya, banjir itu mengakibatkan Inggris kehilangan koneksi fisik dengan daratan 'Benua Biru'.

"Hancurnya penghubung itu turut membentuk identitas Inggris sebagai negara pulau hingga saat ini," ujarnya.

Seandainya banjir besar itu tak pernah terjadi, peneliti meyakini wilayah Inggris bakal tetap menyatu dengan seluruh daratan Eropa.

Tapi, itu tidak berlaku secara politik, karena 'Negeri Ratu Elizabeth' itu sudah kepalang menyatakan mundur dari Eropa. (AFP/BBC/The Guardian/Dhk/L-2)

Komentar