LPDB Reschedule Kredit Mitra Korban Banjir Garut

Jum'at, 7 April 2017 15:31 WIB Penulis: Micom

ANTARA

BANJIR bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, telah berdampak pada kelanjutan usaha sejumah mitra binaan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM.

Untuk merespons itu, tim LPDB yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama LPDB, Kemas Danial, Rabu (5/4), terjun ke lokasi untuk mendata jumlah mitra yang terkena dampak. Pendataan mitra itu juga melibatkan Dinas Koperasi dan UKM setempat.

"Beberapa binaan kita akan kita data apakah ada yang mengalami musibah banjir bandang," ujar Kemas di Garut.

Ia mengharapkan dalam dua hari ke depan sudah diketahui berapa jumlah mitra yang terkena dampak untuk selanjutkan akan diberikan kemudahan berupa rescheduling atau pemutihan kredit.

Untuk proses pemutihan kredit dana bergulir milik mitra, LPDB akan terlebih dahulu mengusulkan kepada Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN). Akan tetapi, juga akan dilihat apakah usaha mitra masih bisa tertolong atau tidak untuk diberikan permodalan baru.

"Dalam waktu dekat ini mudah-mudahan sudah dapat datanya dan akan dipelajari. Kita akan lihat dulu case-nya, kalau masih bisa kita tolong, kita akan berikan permodalan baru, bukan ditinggalkan kalau rescheduling. Kalau enggak diberikan suntikan modal kan enggak bisa ditumbuh juga mereka," tukas dia.

Pola tindakan yang sama, yaitu dengan meluncurkan kebijakan rescheduling atau pemutihan kredit, pernah pula dilakukan LPDB di sejumlah tempat dan peristiwa. Sebut saja misalnya saat terjadi bencana gempa bumi di Yogyakarta, meletusnya Gunung Merapi, serta kebakaran pasar di Purwakarta.

Kemas menyebut bencana atau faktor force majeur yang dialami mitra memang menjadi salah satu alasan LPDB mengeluarkan kebijakan rescheduling atau pemutihan.

Terkait dengan bencana Garut, LPDB menjadikannya fokus perhatian karena angka pengangguran dan kemiskinan di daerah itu masih tinggi. Garut hanya mencatat angka pertumbuhan ekonomi 4,2%. Maka dibutuhkan upaya pemerintah untuk menghidupkan usaha masyarakat.

"Untuk dana bergulir khusus Jawa Barat pada 2017 kita alokasikan kurang lebih Rp300 miliar, nanti dari situ (sebagian) kita alihkan ke Garut," ucap Kemas. (RO/X-12)

Komentar