Features

Menciutkan Nyali Pengemplang Pajak di Nusakambangan

Ahad, 2 April 2017 17:07 WIB Penulis: Liliek Dharmawan

MI/LILIEK DHARMAWAN

RAUT muka Rs, seorang pengusaha asal Nusa Tenggara Barat (NTB) cukup semringah. Pasalnya, pada Sabtu (1/4) dirinya akhirnya dikeluarkan dari sel isolasi yang dulunya ditempati almarhum Freddy Budiman yang ditembak mati dalam kasus narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Rs disandera dan menempati sel sempit ukuran 1,5 x 2,5 meter karena tidak kunjung membayar tunggakan pajak senilai Rp4,7 miliar. Tetapi akhirnya, ia dikeluarkan hanya 10 hari mendekam di sel setempat.

Padahal, sebelumnya saat berada di LP Mataram, wajib pajak tersebut telah disandera selama 11 bulan. LP di pulau penjara yang ia tempati ternyata membuatnya menjadi jera dan berinisiatif untuk membayar pokok tunggakan dan mengikuti tax amnesty (TA) dengan nilai Rp3,1 miliar. Atas niat baik itulah, kemudian Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengeluarkan yang bersangkutan.

LP Batu digunakan pertama kali untuk menyandera wajib pajak pada Desember 2016. Penghuni perdana adalah seorang pengusaha asal Cilacap, Jateng berinisial Bd yang menunggak pajak senilai Rp839 juta. Hanya dalam waktu kurang dari 10 hari dia pun membayar tunggakan, sehingga dia dikeluarkan.

Kini, masih ada satu wajib pajak lagi yang baru beberapa hari lalu juga masuk sel isolasi di LP Batu, Pulau Nusakambangan. Wajib pajak berinisial Hs tersebut sebelumnya disandera di LP Kebon Waru, Bandung sejak 9 Mei 2016. Sudah lebih dari 10 bulan, wajib pajak yang mengemplang sekitar Rp6,5 miliar itu masih belum ada niat baik untuk melunasi.

''Kami pindahkan ke LP Batu Nusakambangan. Semoga saja LP setempat akan membawa efek jera,'' tegas Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Jawa Barat (Jabar) I Yoyok Satiotomo pada Kamis (30/4).

Mengapa sejumlah penunggak pajak akhinya luluh dan mau membayar tunggakan pajak setelah masuk di LP Batu? ''Ya barangkali kalau di LP sebelumnya, mereka masih bisa ditengok oleh kerabatnya karena antara LP dengan rumah cukup dekat. Kalau di Nusakambangan, selain jauh, mereka juga tidak bisa ditengok setiap hari oleh keluarganya,'' imbuh Kepala LP Batu Abdul Aris.

Menurut Aris, untuk penunggak pajak akan dibedakan ruangannya dengan para napi. Karena mereka menempati sel isolasi dengan ukuran 1,5 x 2,5 meter dengan fasilitas WC. Ruangan isolasi biasanya digunakan para napi yang akan menjalani hukuman mati. ''Kami memiliki setidaknya 16 ruang sel isolasi di LP Batu. Ada juga di LP Besi dan LP Pasir Putih. Yang paling terpencil adalah LP Pasir Putih karena berada di ujung Pulau Nusakambangan,'' kata dia.

Pulau Nusakambangan ternyata cukup menggetarkan nyali penunggak pajak. ''Ada sejumlah penunggak pajak yang bakal dibawa ke Pulau Nusakambangan, tiba-tiba melunasi kewajibannya. Nilainya cukup besar karena mencapai miliaran rupiah. Ketika diinformasikan akan disandera ke Nusakambangan, mereka melunasinya,'' ungkap Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cilacap Sri Sutitiningsih.

Kini, Pulau Nusakambangan yang dikenal sebagai pulau penjara terbukti
telah menjadi penjera para penunggak pajak. (OL-4)

Komentar