Jeda

Guru Tamu, Ilmu Baru

Ahad, 2 April 2017 10:15 WIB Penulis: Iis Zatnika

MI/BARY FATHAHILAH

Kesibukan itu terjadi di dapur SMK Pariwisata Metland, Cilengsi, Kabupaten Bogor, Kamis (30/3). Agenda pertemuan rutin sekolah dengan orangtua, keesokan harinya, yang diakhiri makan siang, ketika siswa memasak, menyajikan dan melayani ayah ibu mereka, menjadi pemacunya.

Tugas dibagi, ayam dipotong, sayuran dipersiapkan dan restoran Le Bistrot, juga di lantai 1 sekolah, ditata. Persiapan yang dilakukan siswa dari jurusan akomodasi perhotelan serta tata boga itu dipimpin Johan N Pramana, commis de cuisine masakan Jepang di Hotel Hyatt, Jakarta Pusat.

"Saya libur dua hari dalam sepekan, dan dua hari itulah yang saya gunakan untuk mengajar di sini karena saya cinta dapur dan senang mengajar," kata Johan, salah satu guru tamu di SMK milik Yayasan Pendidikan Metland, yang didirikan PT Metropolitan Land Tbk, salah satu pelaku industri properti papan atas negeri ini.

Pembicara tamu pada pertemuan yang meneguhkan komitmen orangtua untuk mendukung pembelajaran anaknya, pun kabar gembira tentang lima siswa SMK Pariwisata Metland yang telah diterima bekerja, bahkan sebelum mereka lulus, yakni Purwantono, Wakil Direktur Divisi Perhotelan Metland, yang juga mitra sekolah.

"Sekolah ini memang didirikan untuk memenuhi kebutuhan industri karena kelompok kami saja memiliki hotel di Papua, Cirebon, Tambun, Bali, Bekasi, serta beberapa mal. Kebutuhan kerja di perusahaan itu saja sudah banyak, apalagi dengan kompetensi keterampilan dan mental anak-anak, mereka juga siap direkrut perusahan-perusahaan lain," kata Darmawan, Kepala SMK Pariwisata Metland. Kepastian kerja Diah serta saudara kembarnya, Dilah Pratomo, ialah dua dari lima siswa yang telah mendapat kepastian bekerja, masing-masing dari Horison Seminyak Bali serta @Hom Tambun. Mereka yang termasuk alumnus pertama di sekolahnya itu pun menjadi penanda komitmen Darmawan yang selalu mengingatkan agar siswa SMK, selain bersiap jadi lulusan vokasi yang kompeten, pun tak abai pada pengembangan diri.

"Jadi, jika tawaran itu kami ambil, kami pun selalu ingat pesan, jangan sampai cuma kerja biasa-biasa saja, harus maksimal dan berkembang terus, bisa juga kerja sambil kuliah nantinya," kata Diah. Pai rendang, karya siswa tata boga, yang sempat hits pada Pameran Produk Inovasi SMK Tingkat Nasional, 20-21 Maret 2017 lalu, yang berawal dari eksisnya SMK Pariwisata Metland di Instagram, menjadi bagian dari rangkaian proses dan hasil yang terjadi berkesinambungan ketika dunia pendidikan, dunia usaha dunia industri (DUDI)dan kalangan profesional berkolaborasi. Kian menjadi istimewa karena pariwisata menjadi sektor yang diprioritaskan. Dari Cilengsi, mereka bisa terbang ke Seminyak hingga Papua, berkontribusi agar ekonomi Indonesia kian laju. (Zat/M-2)

Komentar