MI Anak

Hutan Adalah Energi Kita

Ahad, 2 April 2017 08:30 WIB Penulis: Suryani Wandari

Ilustrasi--MI/Duta

DEDAUNAN hijau dari plastik itu ditempelkan ditubuh, bahkan dedaunan itu menjuntai ke bawah layaknya pohon lebat. Wajahnya dilukis, tangannya memegang batang pepohonan.

Memasuki panggung, dedaunan dan batang pohon itu pun ditata Auryna Putri Zahrakirana, kelas 5 SD Islam Attaqwa Rawamangun sebelum memulai mendongeng, Jumat (24/3). Ya, persiapan seperti ini memang dilakukan pula oleh beberapa finalis lainnya sebelum mulai mendongeng loh sobat agar penonton tertarik dengan penampilannya.

Hari itu memang sedang berlangsung final lomba dongeng anak siswa Sekolah Dasar di Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Para finalis ini harus membawakan dongeng dengan baik agar bisa menang. Ingin tahukan keseruan mereka, yuk ikuti Medi!

Hari Hutan Internasional

Sobat, tahukah kalian jika pada 21 Maret lalu, dunia sedang merayakan Hari Hutan Internasional (HHI)? Di tingkat global, peringatan HHI dikoordinasikan Food and Agriculture Organization (FAO) dan United Nations Forum on Forests (UNFF), dengan tema peringatan global yang juga ditetapkan untuk setiap tahun.

Jika pada 2015 temanya Hutan dan perubahan iklim, 2016 bertema Hutan dan Air, dan 2017 bertema Hutan dan Energi. Kita diingatkan lagi tentang fungsi hutan sebagai sumber energi pemanas, bahan bakar nabati cair, dan peneduh yang dapat mengurangi kebutuhan energi.

Ya, hutan memang memiliki peran strategis sebagai sistem penyangga kehidupan sehingga perlu dikelola secara berkesinambungan dan berwawasan lingkungan. KHLK sendiri memperingati dengan beragam rangkaian kegiatan termasuk di antaranya lomba dongeng bertema Hutan dan Energi.

Energi hutan

Hutan, sebuah area yang dipenuhi pepohonan ini memang menyimpan aneka ragam pohon, termasuk tanaman kecil seperti lumut, semak belukar hingga bunga. Beberapa hewan justru menjadikan hutan sebagai habitatnya, bahkan manusia sebenarnya tak bisa lepas dari hutan untuk sumber energi lo seperti pohon, karet, sawit, air yang dapat diambil dari hutan.

Inilah yang dijadikan bahan cerita para finalis lomba dongeng, seperti dongeng berjudul Pohon-pohon dan Manusia Jahat karangan Nur Rusyda Fatia, kelas 5 dari Sekolah Alam Depok. "Aku selalu senang sama pohon karena batangnya kuat, daunnya rindang dan aku pun bisa berteduh di bawahnya dengan menghirup udara yang sejuk," kata Fatia di cerita dongengnya. Namun cerita Fatia ini menjadi sedih ketika pohon-pohon dihutan banyak ditebang dan berdampak pada suhu dibumi, ya suhunya meningkat dan panas, inilah yang dinamakan pemanasan global. Energi bumi pun semakin berkurang.

Selain berisi kritik, dongeng lainnya pun tak kalah menarik karena membawa karakter hewan dari hutan. Berjudul Kesombongan Harimau dan Elang yang dibawakan Robbianta Magsudi, siswa SDN Kebon Besar 1 Tangerang misalnya ia menceritakan kekuatan super bukanlah milik makhluk melainkan alam. Boleh saja harimau atau elang mengaku dirinya kuat, tetapi di balik itu yang membuatnya kuat ialah tumbuhan dari alam yang dikonsumsi rusa atau tikus sebagai makanan mereka.

Teknik mendongeng

Sobat, nyatanya dalam mendongeng ada pula loh tekniknya. Bukan hanya sekedar bercerita, tapi harus dibarengi dengan ekspresi wajah dan isyarat tubuh. "Dalam mendongeng, ciptakan imajinasi seolah-olah memang terjadi," kata Pak Hario, Pendongeng sekaligus Juri.

Pak Hario pun mengungkapkan saat mendongeng, kita memiliki 4 fungsi yang harus terus berjalan selama pertunjukan, yakni sebagai sutradara yang mengatur dan menciptakan imajinasi penonton, kedua sebagai aktor yang harus berbeda suara dan sifat setiap tokohnya, ketiga sebagai narator untuk menguatkan adegan dan sebagai editing yang berhubungan dengan cara mengatur durasi pertunjukan. Wah hebat kan sobat?

Sobat, dalam mendongeng pun kalau bisa tidak boleh ada jeda loh baik sedetik pun, harus terus dapat berlangsung. "Jangan sampai pendengar terputus hingga saat peralihan dari tokoh satu dan tokoh lain tetap terasa namun lembut. Seperti melukis, harus ada gradasi yang cantik baik dengan omongan maupun gerakan badan," kata Pak Hario dalam evaluasi setelah lomba.

Pesan HHI

Sobat, kegiatan mendongeng ini menjadi langkah untuk anak menumbuhkan rasa kecintaannya terhadap hutan. Bahkan, dalam peringatan HHI ini terdapat 4 pesan yang disampaikan pada peringatan HHI 2017 ini yakni pertama hutan bisa menjadi sumber dari energi terbarukan. Kedua, berkaitan dengan promosi green economy karena asil hutan turut menentukan perkembangan ekonomi global. Ketiga, pengoptimalan hutan bagi kehidupan di urban area, semakin banyak pohon ditanam, udara menjadi sejuk sehingga mengurangi penggunaan air conditioner (AC) dan juga sebagai upaya mitigasi perubahan iklim dengan pemanfaatan hasil dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

"Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi dan kecintaan masyarakat pada pohon dan hutan sekaligus menunjukkan kepada masyarakat global upaya-upaya pelestarian hutan di Indonesia," kata Sri Murniningtyas, Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) selaku Ketua Panitia HHI 2017.

Nah kalian juga mau dong menjaga hutan demi kelestarian energi kita? Yuk, jaga sama-sama!

Komentar