Foto

Menyelamatkan yang Terbuang

Ahad, 2 April 2017 09:01 WIB Penulis: Sumaryanto Bronto

AP/ DENIS FARRELL

KOTAK kaca di dinding sebuah rumah tua di pinggiran Kota Berea, Afrika Selatan, itu sebenarnya mungil saja. Namun, kotak berpintu yang dilengkapi sensor dan penghangat itu telah berjasa besar untuk banyak bayi di sana. Lewat kotak itulah bayi-bayi yang terbuang bisa punya harapan hidup.

Bayi-bayi itu terhindar dari kematian akibat ditinggalkan begitu saja di tempat sampah atau di depan pintu tanpa pelindung dan penghangat. Sensor pada kotak yang disebut baby bin itu akan mengirimkan tanda ke dalam rumah yang memang merupakan Kantor Yayasan Door of Hope.

Yayasan yang didirikan seorang pendeta baptis setempat, Cheryl Alle, pada 17 tahun lalu itu bergerak untuk memberikan alternatif bantuan bagi ibu yang tidak dapat merawat bayinya. Begitu sensor berbunyi, petugas yayasan akan menuju kotak untuk mengambil bayi. Petugas tidak akan mencari tahu soal identitas ibu sang bayi karena memang begitu adanya pula fungsi dari baby bin tersebut. Kotak itu sekaligus sebagai cara untuk menghormati keputusan yang dipilih para ibu. Tidak ada penghakiman baik untuk keputusan yang dilatari keterpaksaan ataupun sekadar ingin mengenyahkan tanggung jawab.

Data terakhir dari National Adoption Coalition of South Africa (NACSA) menyebutkan pada 2010 terdapat sekitar 3.500 bayi malang yang tak diinginkan atau ditelantarkan. Belum ada info terbaru apakah angka tersebut naik atau turun. Namun, NACSA meyakini jumlah bayi malang yang ditelantarkan di Afrika Selatan terus meningkat setiap tahunnya. Hingga kini, Door of Hope sudah menerima sedikitnya 1.500 bayi.

Sebagian bayi diserahkan kepolisian dan ada pula bayi-bayi yang diserahkan pihak rumah sakit karena sang ibu tidak mau merawat. Banyak dari bayi itu yang telah mendapat keluarga baru. Namun, banyak pula bayi yang tidak diadopsi. Bayi-bayi itu diasuh dengan bantuan dari sistem kesejahteraan umum Afrika Selatan.

Bagaimanapun, bayi-bayi itu terus punya harapan untuk tumbuh dan menjalani bentang kehidupan di dunia. Dari sebuah kotak kaca, mereka kemudian kelak dapat menentukan nasib sendiri. (M-3)

Komentar