Gaya Urban

Melahap Medan Terjal di Atas Motor Trail

Ahad, 2 April 2017 05:30 WIB Penulis: Depi Gunawan

MI/DEPI GUNAWAN

SABAN akhir pekan, motor-motor trail bermandikan lumpur menjadi pemandangan jamak di kawasan Sukawana Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kawasan perbukitan berhutan itu memang sudah lama menjadi medan 'permainan' pengendara motor ataupun mobil off-road. Kontur wilayah yang terjal dan berbatu menawarkan sensasi adrenalin yang tinggi. Petualangan penuh adrenalin itu pula yang sudah sering dilakoni Apit Akhmad Hanafiah. Anggota Komunitas Bandung Barat Ngahiji Adventure tidak pernah bosa melahap jalur Sukawana meski sudah berulang kali dilakukan.

"Jalur ini sangat menantang dan menjadi objek menarik karena bisa sambil memanjakan mata dengan melihat bentang alam Lembang yang sangat menakjubkan," kata Apit ketika berbagi cerita dengan Media Indonesia, Rabu (29/3). Sejak memasuki Sukawana, Apit menuturkan, off-roader akan disuguhi pemandangan hamparan kebun sayuran warga dan kebun teh. Setelah 10 menit berlalu dari jalan raya, barulah medan menantang muncul. Medan itu berupa jalan batu disertai lumpur di jalan berkelok dan licin.

Walau jarak tempuh jalur yang akan dilintasi off-roader hanya kurang dari 15 Km bila keluar lewat Cikole, tapi medan becek di musim hujan akan membuat perjalanan sangat menantang. Perjalanan ini bisa memakan waktu sekitar 3-4 jam, bahkan bisa sampai setengah hari untuk pemula. Sebuah tugu yang dibangun Sespim Polri di salah satu puncak bukit di kawasan Sukawana biasanya dijadikan titik finis bagi pemula. Namun, bagi yang kurang puas, perjalanan bisa dilanjutkan hingga ke area pintu Tangkuban Parahu atau sekitar Cikole.

Apit mengingatkan, walau sudah terbiasa dengan jalur Sukawana, off-roader harus tetap fokus dan berhati-hati saat berkendara. Kontur yang dapat berubah karena cuaca ataupun akibat jejak kendaraan lain yang melintas menciptakan medan yang dapat menjebak. Di beberapa titik Sukawana pula, off-roader bakal melewati tebing-tebing batu yang menuntut keahlian tinggi. Apit melanjutkan, tanpa dibekali keterampilan yang cukup, sebaiknya off-roader jangan terlalu bernafsu melahap trek sulit atau jauh berkendara. Selain membahayakan, keterampilan yang belum baik akan membuat badan tersiksa.

"Sering kali tanpa dibekali teknik yang benar dalam ber-off-road, badan malah jadi superpegal sehabis off-road atau bahkan tidak mau lagi turun ke medan alias kapok. Hal itu sebetulnya bisa dihindari asalkan sudah dibekali dengan teknis dasar mengendarai motor trail, pemanasan, dan peregangan otot juga wajib dilakukan sebelum menaiki motor agar badan tidak kram," tuturnya.

Persiapan
Selain keterampilan, pemotor harus memiliki tunggangan yang sesuai dengan medan. Spesifikasi motor, termasuk ukuran ban dan suspensi, harus sesuai dengan standar medan berbatu. Persiapan lengkap, menurut Apit, juga berarti membawa perlengkapan cadangan motor seperti busi, kabel gas, karburator, dan rantai. Hal itu sebagai antisipasi bilamana nanti motor yang dikendarai menemui masalah.

Meski bukan olahraga baru, motor trail tetap merupakan hal asing bagi sebagian orang. Hal itu terutama disebabkan kegiatan motor trail membutuhkan dana tidak sedikit. Satu unit motor trail seharga sekitar Rp17 juta, sedangkan satu set jersey orisinal dengan merek berkelas menghabiskan dana sekitar Rp1 juta. "Sepatu off-road, misalnya, dari harga Rp1,5 juta sampai Rp4 juta. Sarung tangan sekitar Rp250 ribu sampai dengan Rp750 ribu," kata Ahmad Johar Tomtowi, pemilik usaha aksesori 28 trail shop di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Ahmad menjelaskan harga perlengkapan tersebut sesuai dengan material kulit yang digunakan. Material itu krusial untuk faktor keamanan. (M-3)

Komentar