Film

Menyelesaikan Perbedaan dengan Cinta

Ahad, 2 April 2017 04:02 WIB Penulis: (Put/M-4)

DOK. KANINGA PICTURES

PERBEDAAN selalu terjadi dalam kehidupan, termasuk kebiasaan sehari-hari dalam menjalankan ibadah. Perbedaan paham dalam agama islam itu menjadi tema utama dari fi lm garapan sutradara Nurman Hakim berjudul Bid’ah Cinta. Film berdurasi 128 menit itu menceritakan Khalida (Ayushita) dan Kamal (Dimas Aditya), pasangan muda-mudi satu kampung berasal dari keluarga yang menganut dua paham berbeda meski sama-sama beragama islam. Keduanya harus harus mengatasi berbagai hambatan itu untuk melenggang ke jenjang pernikahan. Penolakan datang dari ayah Khalida, Haji Rohili (Fuad Idris). Haji Rohili terus-menerus menyindir Kamal dengan mengundangnya datang ke acara Maulid Nabi. Padahal, Kamal tidak merayakan tradisi Maulid Nabi sebagaimana ia juga tidak melakukan tahlilan dan doa kunut dalam ibadahnya.

Konflik perbedaan itu mulai merembet. Apalagi setelah sepupu ibu Kamal, Ustaz Jaiz (Alex Abbad) yang baru kembali dari studi di Mekah, Arab Saudi, menyebarkan paham sunah. Paham itu melarang bentuk kesenian apa pun dijalankan di masjid kampung, Masjid Assalam. Ustaz Jaiz semakin percaya diri karena didukung ayah Kamal, Haji Jamat (Tonny P Tjandra) orang kaya raya dan terpandang di kampung itu. Ia dan para muridnya bahkan mengusir para ibu yang berlatih kasidahan di masjid. Konfl ik memanas saat Ustaz Jaiz mengusir Sandra (Ade Firman Hakim) yang berpakaian layaknya perempuan dan salat di tempat perempuan padahal dia pria.

Haji Rohili dan Khalida yang dekat dengan Sandra tak terima. Haji Rohili beserta para muridnya, termasuk Hasan (Ibnu Jamil) terang-terangan menantang Ustaz Jaiz dan muridnya. Zaki (Yoga Pratama), kakak laki-laki Khalida bahkan menuduh Ustaz Jaiz dan muridnya teroris karena penampilannya yang berjenggot dan berbaju muslim serbatanggung. Kondisi kian panas membuat Khalida meminta Kamal mengambil keputusan penting. Memilih dirinya atau hubungan keduanya putus. Konflik batin pun menerpa Kamal. Bagaimana keputusan Kamal?

Film ini juga memasukkan peristiwa ledakan bom Sarinah di Jalan MH Thamrin. Pascakejadian itu, polisi mendatangi pondok pesantren Ustaz Jaiz dan menggelandang Lukman (Tanta Ginting) yang menumpang di pesantren itu. Lukman tersangkut dengan salah satu teroris peristiwa bom itu. Apakah peristiwa itu menyadarkan kedua pihak yang berseteru? Untuk mewujudkan fi lm itu, Nurman melakukan riset sejak 2013. Sayangnya, hasil risetnya tidak tampak di dalam fi lm itu. Penjelasan tentang apa itu bidah masih belum terlihat mendalam dan hanya digambarkan melalui perbedaan tidak melakukan tahlilan dengan yang melakukan.

Tidak ada penjelasan rinci yang bisa membuka mata penonton mengapa hal itu tidak dilakukan sebagian penganut agama Islam sehingga bagi yang awam terhadap bidah tidak akan mendapat pengetahuan selain tidak boleh melakukan sebagian aktivitas tertentu tanpa dasar argumen. Ayushita mengungkapkan dukungannya terhadap fi lm ini disebabkan belum banyak warga yang memahami tentang perbedaan paham dalam agama Islam dan potensi konfl ik lokal yang bisa ditimbulkannya sehingga ia ingin berpartisipasi dan mendorong masyarakat untuk mau memahami perbedaan tradisi ibadah tanpa memandang negatif dulu di awal. (Put/M-4)

Komentar