Kuliner

Kesegaran di Tengah Keramaian

Ahad, 2 April 2017 00:01 WIB Penulis: Siti Retno Wulandari

MI/RIRI

DINDING bangunan ini berwarna-warni dan berjejalan ornamen. Tak sulit menemukan restoran nyentrik ini di tengah keramaian tempat nongkrong di kawasan Seminyak, Bali. Tidak hanya penampilan luarnya, bagian dalam bangunan ini juga menarik. Ada meja mirip altar lengkap dengan lilin-lilin meleleh, bingkai foto beberapa tokoh Meksiko, vas bunga, dan satu bingkai besar foto ditempel di dinding dengan dikelilingi cahaya lampu oranye. Bak berada di Meksiko, ketidakteraturan yang menyegarkan.

Cuaca panas Bali membuat kami bergegas ingin menikmati kesegaran minuman yang ditawarkan. Bagi yang tidak meminum alkohol bisa menikmati pilihan jus semangka dengan campuran mint dan air kelapa serta jus nanas dengan air kelapa. Pilihan tepat untuk diminum saat siang hari, segarnya menuntaskan dahaga.

Makanan rumahan
Makanan yang disajikan di sini sudah dipilih dengan sangat teliti oleh chef asal Inggris, Steven Skelly. Ia menjelajahi Meksiko mencari dan mempelajari akar makanan Meksiko yang autentik dan unik. Ia menginginkan gaya makanan rumahan yang masih kental dengan berbagai rasa disajikan untuk pengunjung Motel Mexicola.

Untuk pembuka, kami mencicip Gucamole, camilan khas Meksiko terbuat dari keripik jagung dengan cocolan Pico de gallo yang merupakan salsa (saus) ala Meksiko dari cincangan tomat, bawang, daun ketumbar, perasan lemon, garam, merica, serta tumbukan avokad. Rasanya ringan dan membuat mulut tak henti untuk terus mengunyah. De Cangrejo juga bisa menjadi pilihan lain makanan pembuka, keripik jagung dengan topping mayones, daging kepiting, juga avokad. Daging kepiting berasal dari tangkapan nelayan lokal, tetapi yang digunakan hanya daging kepiting yang berwarna putih. Segar dan nikmat, ketika mengunyah keripik jagung yang berpadu dengan daging kepiting.

Udang, bebek, dan domba
Seperti tak pernah merasakan olahan udang, bebek, dan domba yang disajikan resto ini. Rasanya penuh rempah, tetapi tidak membuat mual ketika menyantapnya berulang. Namun yang perlu diperhatikan, seperti keinginannya menciptakan makanan rumahan dengan nuansa serupa, porsi untuk setiap makanan bisa dibagi untuk beberapa orang. Menu utama yang datang Camarones Oaxaca, udang yang dibumbui dengan cabai, bubuk jinten, cuka, garam, gula, dan lada hitam kemudian dipanggang. Untuk menyantapnya ditemani dengan nasi goreng ala Meksiko yang diambil dengan menggunakan tortila dan salad tomat segar. Pedas dan segar, bumbunya meresap hingga ke dalam daging.

Sajian selanjutnya ialah Carnitas de pato. Hidangan yang terbuat dari daging bebek bagian dada yang dipanggang dan disajikan dengan potongan cabai hijau, salad lobak, bawang bombai, daun ketumbar, serta disediakan jeruk nipis. Tak ada bau bebek dalam menu ini, dagingnya lembut dan mudah dikunyah, kesegarannya semakin terasa setelah diberi perasan jeruk nipis. Jika ingin mencoba menu daging lain, Anda bisa memesan menu daging domba seperti pilihan bagian pangkal paha dengan tulang yang ikut disertakan dalam kuah pedas dan manis. Potongan domba ini disajikan bersama nasi goreng ala Meksiko. Sama seperti daging bebek, tak ada bau domba, mudah dikunyah dan kaya akan rasa rempah. Ketiga makanan utama ini tak luput dari penyajian roti tortila, roti tipis khas Meksiko. Inilah kekhasan utama yang terjadi di rumah-rumah orang Meksiko dan disajikan chef untuk pengunjung.

Penutup
Sempat terheran dan enggan menyantap ketika diberi tahu tentang makanan penutup yang kerap disebut puding beras. Arroz Con Leche, pencuci mulut ini memiliki banyak varian di berbagai negara. Akan tetapi, versi Meksiko, makanan ini dibuat dari beras yang dimasak dengan tiga jenis susu, yaitu susu segar, susu kental, dan susu evaporated dan kemudian diberi rasa kayu manis. Untuk penyajian diberi tambahan es krim vanila dengan taburan bubuk kayu manis dan batang kayu manis. Rasanya lembut dan lumer di mulut, tidak seperti puding dengan tekstur yang agak padat. Puding beras ini ternyata segar dan tidak membuat eneg karena penuh dengan susu.

Pilihan berikutnya ada Pinguino. Sajian kue cokelat yang diberi mouse cokelat panas dan es krim vanila. Rasa cokelatnya tidak terlalu manis karena menggunakan dark chocolate dengan kadar 66%. Sangat cocok bagi pecinta cokelat tetapi kerap takut gemuk atau tidak sehat. Pencuci mulut lainnya yaitu churros, kue asal Spanyol ini ditaburan dengan gula bubuk kayu manis dan disajikan dengan dua pilhan saus, karamel dan cokelat.

Jika tak pernah ke Meksiko atau ingin bernostalgia makanan ala Meksiko, tempat ini bisa menjadi rekomendasi untuk memanjakan lidah dan menyegarkan mata karena penuh dengan spot foto yang sangat Instagramable. Berbicara harga, makanan dimulai dari angka Rp25 ribu-Rp200 ribu, sedangkan minuman bervariasi termasuk untuk minuman beralkohol. Perlu diketahui, Motel Mexicola juga menyediakan makanan yang mengandung babi, kemudian ada pembagian tequilla gratis pada pukul 20.00-22.00. Jam buka Motel Mexicola mulai pukul 11.00-02.00 dan untuk pengunjung yang datang pada pukul 16.00-18.00 hanya dapat memesan tacos karena para pegawai sedang berisitirahat. (M-4)

Komentar