Inspirasi

Terpuruk, Bangkit, Lalu Berbagi

Kamis, 30 March 2017 03:01 WIB Penulis: Riz/M-1

MI/Rommy Pujianto

SEJAK anak terkecilnya sekolah di TK, Irma Sustika sudah menjadi ibu tunggal untuk kedua anaknya.

"Saya dulu kerja, setelah lulus kuliah, saya berkarier selama 20 tahun di industri keuangan. Di situ saya membagi waktu antara mengurus anak-anak yang masih kecil dan pekerjaan kantor. Terkadang saya sering bawa mereka ke kantor. Kalau ada dinas luar kota, mereka selalu saya ajak. Tidak apa-apa, saya mengeluarkan biaya lebih, yang penting saya bisa melihat dan memantau mereka."

Namun, keistimewaan itu hanya dapat dilakukan sampai 2006.

Ketika anak-anaknya sudah remaja, Irma menyimpulkan harus memilih antara karier yang sudah 20 tahun dibangun atau anak-anaknya.

"Tapi, harus diakui, saya pun sudah tidak fokus bekerja karena memikirkan anak-anak. Saat itu saya memilih resign. Saya berpikir bahwa rezeki itu bisa dari mana saja."

Berdagang ide

Sayangnya, meski lahir dan tumbuh dalam keluarga pedagang, Irma tidak mewarisi kemampuan jual beli. Orangtuanya pun khawatir bagaimana Irma bertahan.

"Tapi, ternyata saya punya beragam ide yang bisa saya jual dan harga ide itu lebih mahal daripada harga produk. Pada 2006 saya membangun brand consulting ISF Consulting (CEO) yang fokus pada pelatihan, sales, pemberdayaan SDM."

Namun pada 2008, saat tengah membangun perusahaannya dan menikmati mengurus kedua anaknya, anak terkecilnya meninggal dunia.

"Pada 2008, anak saya yang kecil meninggal. Kakaknya saat itu SMA kelas 3 dan yang kecil baru masuk SMA. Saat itu sebagai seorang ibu, jadi tulang punggung, saya tidak pernah down. Tapi, di saat kejadian itu, seolah-olah kekuatan saya hilang."

Perusahaan yang baru dibangunnya pun sempat Irma telantarkan, hingga anak sulungnya menyadarkannya untuk bangkit kembali melanjutkan hidup bersama.

"Di situ saya mulai bangkit lagi dari titik minus mental. Setelah saya bangkit, ada rasa kepedulian, dan kegundahan melihat perempuan sekeliling saya. Mungkin ini saatnya membangun dan memberdayakan perempuan karena saya pernah merasakan hal yang paling tidak enak dan saya bisa bangkit. Bukan tidak mungkin itu juga terjadi pada jutaan perempuan lainnya. Saya tidak ingin mereka jatuh karena mereka tidak bisa mengontrol pikiran mereka sendiri."

_____________________________________

Biodata

Nama : Irma Sustika

TTL : 15 November 1965

Pendidikan : S1 Hubungan Internasional - Universitas Jayabaya

Anak :

1. Angga Pradika

2. Dimas Prasetya (Alm)

Karier :

1. 1988-2006. Berkarier di industri keuangan

2. 2006-Sekarang. Mendirikan ISF Consulting (CEO)

3. 2010-Sekarang. Membangun Womenpreneur Community

4. 2013-Sekarang. Merintis Inkubator Bisnis Womenpreneur

Komentar