Pilkada

Djarot Terinspirasi Bid’ah Cinta

Ahad, 26 March 2017 05:37 WIB Penulis: (Put/P-5)

MI/RAMDANI

CALON Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, kemarin, memanfaatkan masa kampanye putaran kedua Pilkada 2017 dengan menonton film Bid’ah Cinta yang digelar di Studio 1 XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat. Ia didampingi sang istri, Happy Farida, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dan sejumlah petinggi PDIP lainnya. Mereka hadir atas undangan Nurcholish Madjid Society. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang dijadwalkan hadir mendadak membatalkan kunjungannya.

Film tersebut merupakan besutan sutradara Nurman Hakim. Karya Nurman ini mengangkat realitas yang hangat di masyarakat. Salah satu pesan yang ingin disampaikan ialah cinta itu bisa menyatukan semuanya. Dalam hal ini, perbedaan tentu harus dihargai. Dua sejoli yang tengah menjalin cinta, Khalida (Ayushi-ta) dan Kamal (Dimas Aditya) harus terbentur perbedaan pemahaman ke­agamaan. Kedua orangtua mereka juga kemudian ikut terlibat dalam ketegangan tersebut, bahkan sampai merembet ke komunitas masyarakat.

Seusai menonton, Djarot memandang film ini sangat bagus. Meskipun dibuat dari tahun 2015, nyatanya isu perbedaan pemahaman agama sangat rele-van dengan kondisi sekarang ini bahwa banyak orang membeda-bedakan paham agama Islam. “Jika tidak dicegah, dari yang hanya berpotensi menimbulkan konflik lokal bisa naik ke level nasional,” ujar Djarot seusai menonton.

Terkait program pilkada, kandidat petahana itu semakin yakin untuk menyediakan bioskop murah di Ibu Kota. “Kami semakin yakin dengan program bioskop murah. Film nasional yang berkualitas dan juga memberi pelajaran bisa dinikmati masyarakat,” lanjut dia. Sementara itu, Hasto mengatakan calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama telah menonton film tersebut terlebih dahulu. Basuki memuji Bid’ah Cinta sebagai tontonan yang bagus.
“Katanya filmnya bagus. Pak Basuki sudah lebih dahulu menonton. Kami jadi terinspirasi untuk menyaksikan film tersebut atas undangan dari teman-teman yang tergabung dalam Nurcholish Madjid Society,” ucap Hasto. (Put/P-5)

Komentar