Pilkada

Basuki Tugasi Seknas Jokowi

Sabtu, 25 March 2017 23:01 WIB Penulis: Golda Eksa golda@mediaindonesia.com

MI/ADAM DWI

CALON Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama mengimbau seluruh anggota Sekretariat Nasional Jaringan Organisasi dan Komunitas Warga Indonesia (Seknas Jokowi) untuk tetap berempati terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan. Penegasan itu disampaikan Basuki ketika memberikan sambutan pada acara peresmian Posko Rumah Badja di 267 kelurahan dan Pengukuhan Pengurus Seknas Jokowi se-DKI Jakarta, di Gedung Priamanaya Energi, Jakarta Pusat, sabtu (25/3). “Pak Jokowi menginginkan semua orang, mulai yang hamil sampai manula diurus oleh negara. Ini ialah konsep beliau yang saya teruskan di Jakarta,” ujar Basuki.

Dalam acara tersebut, Basuki juga mengingatkan anggota Seknas Jokowi bersedia melaporkan pelbagai keluhan masyarakat, seperti persoalan kesehatan, pendidikan, dan rumah rusak. “Pesan Pak Jokowi, marilah jadikan Jakarta sebagai model untuk program yang akan dilaksanakan secara nasional. Jangan kita biarkan orang susah, harus dibantu,” terang dia. Seusai acara tersebut, Basuki kemudian menghadiri acara Deklarasi Dukungan 2.000 Guru Bantu & Guru Swasta se-DKI Jakarta kepada Paslon Basuki-Djarot. Lokasi acara kebetulan serupa dengan acara Seknas Jokowi. “Kami guru swasta Provinsi DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh dan tanpa syarat kepada Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022,” ujar perwakilan guru Saripah Efiana.

Keluhan guru
Basuki mempersilakan 12 perwakilan guru untuk menyampaikan keluh kesah terkait kondisi pendidikan dan kesejahteraan serta harapan ke pemerintah. Acara cukup interaktif karena Basuki bersedia menjawab semua keluhan guru. “Saya mau jelaskan. Saya mengurus guru honorer dan guru bantu sejak masih di Komisi II DPR. Ini kayak benang kusut dan mau kita uraikan secara bertahap. Ada UU ASN (Aparatur Sipil Negara) dan PP tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K),” ujarnya.

Basuki pun tidak menampik banyak guru swasta dan guru bantu yang ingin ke-sejahteraan seperti guru PNS. Namun, lanjut dia, hal itu memerlukan sebuah proses panjang. “Saya tahu honorer lebih rajin ketimbang PNS. Pelan-pelan kita pecat yang malas itu,” ujarnya. Ia menambahkan, Pemprov DKI punya konsep untuk membeli yayasan swasta yang dinilai tidak sanggup menggaji guru dan tenaga pendidik. Prinsipnya pendidikan harus terus berjalan dan tidak boleh berhenti lantaran persoalan tersebut.

Sementara itu, calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Sandiaga Uno mendapat pesan dari pakar tata kota Darundono tentang pembangunan dan penataan kota. Hal itu ia dapatkan saat mengunjungi Darundono di kediamannya di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (25/3). Darundono merupakan tokoh yang terkenal dengan proyek Muhammad Husni Thamrin di era Gubernur Ali Sadikin. Ia menginginkan penataan kota tetap memperhatikan masyarakat miskin dan secara teknis harus berkelanjutan. “Insya Allah kalau kami dapat amanah, banyak masuk-an yang bisa kita gunakan,” kata Sandiaga menjawab keinginan Darundono. (P-5)

Komentar