Wirausaha

Cat Istimewa Bikin Beda

Ahad, 26 March 2017 04:30 WIB Penulis: (*/M-1)

DOK. BAGUS

SETIAP orang yang memodifikasi motor pasti menginginkan motornya menjadi sesuai dengan selera dan keinginannya. Berbagai bagian diotak-atik atau diganti hingga sesuai dengan keinginan. Tak terkecuali bagian kecil seperti ban, setang, dan lampu hingga yang harus diganti total seperti rangka dan bodi motor. Selain bentuk, warna biasanya menjadi faktor utama yang ditonjolkan dalam modifikasi motor. Selain mengganti warna sesuka mereka, para penggemar motor modifikasi biasanya menambahkan motif pada bagian bodi motor seperti tangki.

Bandung, Jawa Barat, yang bisa dibilang menjadi salah satu kota kreatif di Indonesia memiliki tempat yang dapat memanjakan para penggemar modifikasi motor terutama pada bidang pengecatan bernama Free Flow Custom. Sebagai salah satu dedengkot pengecatan kustom, nama Free Flow memang sudah tidak asing lagi di telinga pecinta motor di Bandung.

Sebuah tempat seluas sekitar 32 m2 di daerah Pasteur menjadi markas dari Free Flow Custom. “Di tempat ini kustomer bisa konsultasi desain yang diinginkan sekaligus melihat proses pengecatan,” kata Mochamad Syamsul Fahmi, 39, pendiri dari Free Flow Custom saat ditemui di workshop-nya.

Ragam media
Begitu masuk, calon pembeli jasa Free Flow bisa melihat gambar-gambar keren yang telah diaplikasikan di berbagai benda seperti tangki motor, helm, jaket, hingga skateboard. Di area belakangnya, kita bisa melihat langsung proses pengecatan motor dan peralatan berkendara yang lain. Fahmi memulai bisnis ini sejak 2003, setelah bekerja di sebuah perusahaan helm balap di Jakarta, di bagian pengecatan tentunya. Berawal dari kesukaannya mendesain manual dan kecintaan terhadap motor, akhirnya dia memilih membuat sebuah tempat pengecatan dengan medium motor saja pada awalnya.

“Waktu itu keluar dari pekerjaan lama bikin usaha ini di rumah, kamar yang dulu ditempati dijadikan ruang pengecatan.” Awalnya Free Flow memang hanya menangani pengecatan motor saja. Sekarang usaha tersebut telah berkembang dengan menerima pengecatan helm, jaket, papan skate, mobil, mural tembok, jaket. Selain itu, Free Flow menjual merchandise seperti kaus. Setelah memulai usaha di rumah, pada 2005 Fahmi mulai mengembangkan usaha­nya dengan membuat workshop di daerah Dadali, Bandung. Sesudah 11 tahun, barulah workshop Free Flow pindah ke Jalan Terusan Pasteur hingga sekarang.

Cat dengan canting
Untuk desain, Fahmi mengaku terinspirasi dengan gaya vintage Amerika dan Jepang. Namun jika tidak ada permintaan tertentu dari pelanggan, Fahmi selalu memberikan unsur Indonesia seperti pola batik atau gambar barong. Bahkan untuk membuat pola batik, demi menambahkan nilai artistik Fahmi juga memilih menggunakan canting. Untuk memuaskan pelanggan dengan hasil yang lebih maksimal, Free Flow sering kali menggabungkan berbagai teknik pengecatan. Mulai dari teknik air brush, pinstriping, hingga handlettering. Semuanya bisa dipilih pelanggan untuk membuat motornya terlihat lebih keren. Untuk hasil yang maksimal, pengecatan juga selalu dilakukan secara manual.

Pelanggan Free Flow juga bukan hanya di sekitar area Bandung, tidak terkecuali order Free Flow sudah sampai ke Makassar, Bali, Palembang bahkan hingga mancanegara. Fahmi mengaku pernah mendapatkan order dari Singapura, Malaysia, Brunei, dan Jepang. Bahkan, Free Flow pernah mendapatkan penghargaan Hotrod Custom Show Yokohama, untuk Award Cutom Paint Contest di Jepang, pada 2015 melalui medium skateboard.

Untuk proses pengerjaan Fahmi mematok sekitar 2 minggu hingga 1 bulan tergantung medium pengecatan. Saat musim hujan seperti ini memang agak menghambat proses, tapi Free Flow yang sudah biasa 10 sampai 15 order per bulan ini sudah bisa menanggulanginya dengan menggunakan oven untuk proses pengeringan cat. Selain hujan, yang biasa menjadi kendala ialah permintaan cat untuk warna-warna yang sulit didapat. “Biasanya untuk warna-warna spesial untuk Harley Davidson biasanya kita harus order keluar,” jelas Fahmi. Uniknya walau tidak mengkhususkan pada pengecatan motor Harley Davidson, Fahmi mengaku paling sering mendapat order pengecatan jenis motor asal Amerika Serikat tersebut.

Melatih kerja
Harga yang ditawarkan Free Flow terhitung beragam. Untuk pengecatan motor, Free Flow mematok harga paling murah sekitar Rp6 juta sampai Rp7 juta, hingga Rp20 juta. Sedangkan untuk helm, Free Flow juga menyediakan helm dari mereka untuk para pembeli dengan harga Rp1,5 juta hingga Rp3 juta. Berawal dari mengerjakan segalanya sendiri dengan modal Rp3,5 juta, kini Fahmi sudah memiliki sekitar 12 karyawan. Untuk mempertahankan ciri khas Free Flow, Fahmi melatih dari nol semua karyawannya.

Dia biasanya mengambil karyawan lulusan SMP atau SMA yang tidak punya pekerjaan lalu diajarkan serba serbi pengecatan motor. “Sekarang sudah jarang ngerjain, semua bisa di-handle anak-anak, biasanya saya sekarang hanya desain,” Jelas Fahmi yang mengaku sudah mendapatkan profit hingga Rp45 juta per bulan. (*/M-1)

Komentar