Kuliner

Beragam Satai Dalam Satu Porsi

Ahad, 26 March 2017 00:31 WIB Penulis: (*/M-4)

MI/ BARY FATHAHILAH

ASAP tungku kecil itu mengebul. Arang yang berada di bawahnya pun membuat daging yang ditusuk itu matang sempurna. Disajikan di atas piring panjang berwarna putih, satai ini menjadi kian menarik menghiasi meja. Uniknya, satai campur yang digagas Aston Sentul Lake Resort and Conference Center ini memiliki empat jenis daging dalam satu porsinya. Total 12 tusuk satai terdiri atas daging ayam, sapi, udang, dan cumi di satu tungku yang sama.

Warna cokelat kecap ini membuat daging terasa manis dan gurih. Tak ada rasa yang aneh ketika semua daging ini disantap bersamaan, apalagi kehangatan daging tetap terjaga meskipun hujan deras mengguyur Bogor, Selasa (7/3), saat Media Indonesia datang. Di piring saji lainnya, terdapat nasi bersama kuah gulai dan tiga jenis sambal khas Indonesia. “Konsep makanan ini mengusung pada beberapa daerah di Indonesia seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali.

Jatuhnya seperti aneka satai,” kata Chef Wisnu, Chef Executive Aston Sentul Lake Resort and Conference Center. Tempat ini memang memiliki sajian istimewa dengan mengadopsi masakan tradisional Indonesia. Setiap harinya menu makanan akan terus diganti dengan makanan tradisional beragam daerah di Indonesia, begitu pun pada setiap bulannya. Khusus untuk satai campur ini akan tersedia pada April mendatang.

Pengunjung dapat menikmati rasa satai Nusantara. Rasa kental dari santan, chicken powder, daun jeruk, sereh, cengkeh, hingga kapulaga dari kuah gulai kaya rempah dan bumbu bisa jadi pelengkap makan, bukan sebagai cocolan satai, melainkan dinikmati memakai sendok. “Selain itu, terdapat pula tiga jenis sambal berupa sambal kacang, sambal kecap dan sambal matah khas Bali,” lanjut Chef Wisnu.

Sambal kacang atau kecap memang sudah terbiasa ada di satai di Jawa Tengah maupun Timur, tapi sambal matah khas Bali yang terdiri atas irisan bawang merah, bawang putih, tomat, cabai, yang ditumis bersama minyak kelapa, lime juice, dan sedikit terasi ini menjadi pilihan lain menikmati satai dengan nasi putih hangat.

Ayam bakar madu
Selain itu, menu tradisional lain yang siap hadir April ini ialah ayam bakar madu. Disajikan di atas piring putih beralas daun pisang, kesan tradisional nan modern terasa. Selain itu, aromanya sangat menggiurkan. Apalagi, selain nasi sambal merah dengan jeruk nipis yang segar itu, pembedanya ialah adanya tambahan kerupuk gendar, acar, dan urap.

Ya, urap yang lazimnya banyak ditemui di masakan Jawa berupa salad dari sayuran seperti kacang panjang, wortel, taoge, dan bayam direbus yang dicampur kelapa parut ini memberikan rasa segar dan gurih. Sementara itu, sebelum makanan dibakar, Chef Wisnu mengatakan ayamnya diungkep terlebih dahulu. “Ayamnya dimarinase dengan madu, kecap dan dibuat pedas,” kata Chef Wisnu.

Ya, bumbu marinase ini pun meresap ke daging hingga saat disantap rasa manis dan pedas menyatu di mulut serta dagingnya empuk. Kedua menu itu dibanderol dengan harga Rp75 ribu per porsi. Menu ini pun akan masuk pada makanan dengan gaya buffet. (*/M-4)

Komentar