Surat Pembaca

Waspadai Pedofil Berkeliaran

Sabtu, 25 March 2017 02:13 WIB Penulis: Jinan Vania Barizky

MI/Ardi

KEJAHATAN seksual kepada anak-anak atau pedofilia kembali terjadi di Indonesia.

Baru-baru ini berita mengenai pedofilia beredar di kalangan masyarakat.

Bermula dari sebuah grup Facebook bernama Official Candy's Group yang ternyata merupakan grup bagi para pedofil untuk bertukar foto dan video porno anak.

Parahnya, grup itu beranggotakan hingga 7.000 anggota.

Berita itu cukup mencengangkan dan membuat geleng-geleng kepala.

Pasalnya, anak yang seharusnya dilindungi malah menjadi sasaran empuk bagi predator anak yang tidak berperi kemanusiaan.

Pedofilia yang merupakan gangguan kejiwaan pada orang dewasa atau remaja yang telah mulai dewasa (usia 16 atau lebih tua) ditandai dengan kepentingan seksual kepada anak yang umumnya berusia 13 tahun atau lebih muda.

Anak-anak yang seharusnya menjadi penerus bangsa dan memiliki masa depan yang indah dirusak para predator anak yang memikirkan nafsu seksual semata.

Mereka tidak memikirkan dampak buruk yang bakal diterima anak-anak yang menjadi korban.

Para predator ini memanfaatkan kepolosan dari anak kecil.

Dengan iming-iming makanan seperti cokelat dan permen, para predator dengan mudah bisa menjerat para korban.

Biasanya anak-anak dengan golongan ekonomi kelas bawah menjadi incaran para predator.

Tapi, tidak menutup kemungkinan kejahatan pedofilia ini bisa terjadi di golongan ekonomi kelas atas.

Dampak yang terjadi bagi korban bisa beraneka ragam, tergantung yang dirasakan korban.

Mungkin bisa saja yang berawal menjadi korban akan menjadi predator karena apa yang dialaminya.

Gangguan kejiwaan seperti depresi dan stres pascatrauma juga bisa terjadi.

Bukan cuma itu, apa yang dilakukan para predator akan menjadi 'luka' yang membekas bagi anak-anak yang menjadi korban.

Belum lagi jika para predator ini memiliki penyakit seksual yang dapat menular kepada anak-anak.

Untuk itu, mulai saat ini kita harus waspada dengan predator yang berkeliaran di sekitar kita.

Terutama kepada anak-anak.

Berikan pemahaman bahwa tidak boleh menerima sesuatu dari orang yang tidak dikenal.

Selain itu, berikan pemahaman bagi anak-anak mengenai bagian dari badan yang tidak boleh disentuh orang lain.

Dengan begitu anak-anak akan lebih waspada.

Peran orangtua juga dibutuhkan dengan mengawasi langsung anaknya.

Adapun untuk pemerintah, diharapkan bisa lebih tegas lagi menghukum para penjahat seksual anak.

Jika perlu hukuman kebiri dilakukan agar para pedofil ini jera.

Jinan Vania Barizky
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati
Bandung

Komentar