Features

Sudah ... Sana Ambil Sepedanya

Kamis, 23 March 2017 22:05 WIB Penulis: Nur Aivanni

ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

''SANA ambil sepedanya,'' begitu ucapan khas Presiden Joko Widodo kepada anak-anak sekolah yang mampu menjawab pertanyaan kuis, dalam setiap kunjungan kerjanya. Kalimat itu seolah menjadi mantra presiden dengan hadiah yang sering diberikan.

Setiap kali kunjungan ke daerah, Presiden akan membagikan sepeda melalui sebuah kuis. Kuis pembagian sepeda tersebut memiliki nilai-nilai filosofis di dalamnya.

Ide kuis bagi-bagi sepeda yang tercetus sejak November 2014 tersebut, ternyata ditujukan sebagai wahana atau sarana bagi Jokowi untuk bisa berkomunikasi dengan rakyatnya. Kuis tersebut biasanya diadakan dalam acara yang berbarengan dengan pembagian Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) ataupun Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di daerah yang menjadi tempat kunjungan Kepala Negara.

"Ketika (warga) disuruh maju, ditanya bapak kerja apa? Saya nelayan pak. Berapa sehari? Nah komunikasi kan dengan rakyat," kata Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala menirukan pernyataan Jokowi saat berbincang dengan Media Indonesia, di ruang kantor Sekretariat Presiden, Jakarta, Kamis (23/3).

Selain itu, kuis tersebut diadakan sebagai upaya untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kebhinekaan maupun multikultural kepada masyarakat. Pasalnya, pertanyaan yang spontan diajukan oleh mantan Wali Kota Solo itu mengandung nuansa kebangsaan, seperti meminta untuk menyebutkan Pancasila, suku bangsa ataupun pulau-pulau di Indonesia. "Secara tidak sadar peserta diingatkan kembali Pancasila atau (suku) kita tidak hanya Jawa, tapi ada Bugis, Dayak," ucapnya.

Yang menjadi pertanyaan banyak orang adalah mengapa sepeda yang menjadi hadiah dalam kuis tersebut. Ternyata, Presiden Jokowi punya maksud tersendiri dengan pemberian sepeda tersebut kepada masyarakat menengah ke bawah. Yakni, sepeda merupakan alat transportasi rakyat dan ramah lingkungan. "Sepeda juga bikin sehat," tambahnya.

Jumlah sepeda yang dibagikan pun beragam, tergantung warga yang hadir. Jika warga yang hadir mencapai lima ribu, sepeda yang disediakan paling banyak 12. Sementara, jika warga yang hadir di bawah seribu orang, hadiah yang disediakan sekitar lima sepeda.

Sepeda-sepeda tersebut pun dibeli di setiap daerah yang akan dikunjungi. Tak ada jenis merek tertentu yang harus dijadikan sebagai hadiah, tapi yang terpenting modelnya adalah sepeda sport. "Pernah malam-malam sekitar jam 8 atau 9 ada ide kasih sepeda. Kita cari ke toko, kita gedor. Ternyata stok cuma tiga. Cari lagi, gedor lagi," ceritanya tentang ide spontan Jokowi tersebut. Anggaran pembelian sepeda berasal dari APBN.

Warga pun, dikatakannya, tidak peduli berapa harga sepeda tersebut. Pasalnya, sepeda pemberian Jokowi itu memiliki perbedaan dengan sepeda lainnya, yakni terdapat label bertuliskan 'Hadiah Presiden Jokowi'. (OL-4)

Komentar