Humaniora

Strata Satu Event Management Dibuka

Selasa, 21 March 2017 16:30 WIB Penulis:

Ist

SALAH satu penopang industri pariwisata di Indonesia saat ini yaitu penyelenggaraan event. Banyak event di beberapa kota menjadi salah satu motor penting, bahkan penggerak utama pengembangan pariwisata daerah.

Sayangnya, menurut pengajar prodi manajemen event Universitas Prasetiya Mulya, Peni Zulandari, saat ini belum ada sekolah tinggi di Indonesia yang menyelenggarakan pendidikan kesarjanaan strata satu di program ini. "Yang banyak itu pendidikan vokasional setara diploma satu sampai empat dan umumnya mendidik alumninya di bidang MICE (meetings, incentives, conference, and exhibitions). Padahal event tidak terbatas pada MICE," jelasnya di sela acara Eventnesia yang diselenggarakan himpunan mahasiswa S1 Manajemen Event Universitas Prasetiya Mulya, Sabtu (18/3).

"Meskipun di Indonesia saat ini event masih mengambil porsi yang kecil dibanding wisata alam, namun kami percaya ke depan terus meningkat. Khususnya di beberapa daerah di Indonesia, event mengambil peran besar mengangkat nama daerah dan pertumbuhan wisata setempat. Apa yang dilakukan Pak Azwar Anas dengan Banyuwangi yang perekonomiannya meningkat karena konsep event full cities memberi inspirasi. Ada juga yang dilakukan Dinand Fariz dengan Jember Fashion Carnaval-nya yang mengangkat nama Jember di tingkat internasional. Untuk semua potensi itu dibutuhkan tenaga profesional yang tak hanya mampu menguasai MICE, tapi juga manajemen bisnis event, perencanaan matang dalam hal teknis, dan lain-lain," tambah Peni sembari memperkenalkan program S1 Manajemen Event Universitas Prasetiya Mulya yang mendapatkan akreditasi bernilai tinggi dari APIEM (Asia Pasific Institute for Event Management).

Pengelolaan event di perusahaan-perusahaan sebenarnya juga mulai mengambil peran penting. "Event sekarang tidak hanya dilihat sebagai bentuk kegiatan yang hanya perlu diiklankan, tetapi juga dikelola dengan baik untuk menjaga reputasi perusahaan," kata General Manager Event Harian Kompas Lukminto Wibowo di sesi seminar. Ia mengaku perusahan media kini mulai memperhatikan event sebagai divisi yang harus dibentuk secara khusus, karena tujuan event di banyak perusahaan juga mulai berkembang dan membutuhkan perencanaan matang terkait tujuan dan sasaran.

Sekarang sudah banyak perusahaan memanfaatkan event sebagai bagian penting dari peningkatan brand awareness. Untuk itulah dibutuhkan tenaga-tenaga profesional yang andal untuk mengelola event agar berkualitas. "Garuda Indonesia, misalnya, saat saya bekerja di sana, punya 364 event. Sedangkan (seluruh) hari ada 365. Itu artinya ada banyak pekerjaan setiap hari untuk sebuah perencanaan event yang baik. Dan bisa dibayangkan bila perusahaan harus meng-hire EO dari luar yang harus dibayar sebesar 10%. Butuh biaya yang tidak kecil," ungkap Executive Vice President of Retail and Passanger Services Angkasa Pura Solusi Sigit Purwa Setiadi membagikan pengalamannya saat masih di divisi event perusahaan maskapai penerbangan nasional.

Presiden APIEM David Hind di sesi lain meyakinkan semua pihak bahwa banyak perusahaan besar kelas dunia kini telah memanfaatkan event sebagai bagian penting dari usahanya. "Perusahaan seperti Disney, Manchester City Football Club, Haymarket Publishing, BBC Radio 1, perusahaan pencipta produk Ford, Nike, dan lain-lain memanfaatkan event sebagai bagian penting dari kegiatan usahanya," kata David yang menyerahkan akreditasi Center of Excellence dengan nilai tertinggi (top level) pada program S1 Manajemen Event Universitas Prasetiya Mulya.

"Karena event memberi banyak peluang keuntungan, perlu dikelola secara profesional. Dan untuk itu perlu ada pendidikan yang lebih komprehensif yang tak hanya menyangkut hal-hal teknis spesialis terkait event, namun juga kemampuan manajerial dalam bisnis event yang mengambil porsi cukup besar dalam kurikulum pendidikan manajemen event, perencanaannya, dan lain-lain," tambah David yang juga memberikan akreditasi CoE kepada Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali dan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung di tahun 2016.(RO/OL-7)

Komentar