Internasional

Rusia-Jepang Bahas Sengketa Wilayah

Selasa, 21 March 2017 09:26 WIB Penulis: MI

AFP/DAVID MAREUIL

PARA menteri luar negeri dan menteri pertahanan dari Jepang dan Rusia bertemu di Jepang, kemarin, membahas pengembangan bersama pulau-pulau yang diklaim kedua negara. Kedua pihak berharap pertemuan bisa membantu mempercepat penyelesaian sengketa wilayah.

Pertemuan di Tokyo merupakan pembicaraan two-plus-two pertama sejak Rusia menganeksasi Krimea dari Ukraina. Diskusi sebagian besar berfokus pada keamanan regional, terutama cara berurusan dengan peluncuran rudal dan program nuklir Korea Utara.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan sebelum pembicaraan bahwa utusan mereka akan meng-angkat isu pengerahan sistem pertahanan antirudal yang dikenal sebagai THAAD oleh Amerika Serikat di Korea Selatan. Langkah itu ditentang Tiong­kok dan Rusia.

“Upaya bersama dalam memerangi terorisme dan perdagangan narkoba juga dalam agenda,” kata Moskow.

Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida bertemu dengan timpal­annya dari Rusia, Sergei Lavrov. Adapun Menteri Pertahanan Jepang Tomomi Inada duduk dalam meja pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu.

Jepang dan Rusia terakhir mengadakan pembicaraan two-plus-two pada November 2013. Pertemuan itu ditangguhkan akibat mencuat krisis di Ukraina. Jepang bergabung dengan kekuatan lain dalam menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.

Pembicaraan di Tokyo tidak diharapkan untuk meraih sebuah terobosan dalam sengketa klaim atas pulau-pulau utara Hokkaido, Etorofu, Kunashiri, Shikotan, dan Pulau Habomai yang berada di bawah kontrol Rusia setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II.
Namun, negara melihat lebih banyak ruang untuk perjanjian pengembangan bersama perikanan, pariwisata, dan bidang lainnya yang dapat membantu menjembatani kesenjangan.

Kishida mengatakan pihaknya ingin mempercepat langkah-langkah ke arah yang mencapai perjanjian perdamaian, terutama membuat kemajuan pada pengembangan ekonomi bersama.

Lavrov pun sepakat dengan mengatakan, “Saya percaya pembangunan bersama ini akan menjadi langkah penting untuk menciptakan kondisi yang sesuai untuk menyelesaikan perjanjian damai.”

Sebelumnya, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan Tokyo akan mengangkat kekhawatiran mereka terhadap langkah Rusia yang menempatkan rudal permukaan ke kapal di Etorofu dan aktivitas militer lain di tempat lain di pulau-pulau yang disengketakan.

Seusai pertemuan, Lavrov mengkritik pengerahan THAAD sebagai tindakan yang sangat berisiko di Asia Pasifik. (AFP/Hym/I-1)

Komentar