Internasional

Pria Mabuk Tembak Polisi di Bandara

Selasa, 21 March 2017 04:30 WIB Penulis:

AP/KAMIL ZIHNIOGLU

SEORANG pria ditembak mati di Bandar Udara Orly Paris setelah menyerang seorang tentara.

Menurut seorang sumber pengadilan, pria itu berada di bawah pengaruh narkoba dan alkohol, Minggu (19/3).

Penyelidik masih terus mendalami motif penyerang berusia 39 tahun bernama Ziyed Ben Belgacem itu.

Serangan tersebut menyebabkan ketakutan keamanan dan penutupan sementara bandara tersibuk kedua di ibu kota Paris itu.

"Tes toksikologi yang dilakukan pada Minggu (19/3) menunjukkan tingkat alkohol 0,93 gram per liter di darahnya dan adanya ganja serta kokaina," tambah sumber tersebut.

Ben Belgacem yang lahir di Prancis dari orangtua asal Tunisia, merebut senjata seorang tentara yang tengah berpatroli di terminal selatan Orly pada Sabtu (18/3).

Dia menodongkan senjata ke kepala tentara itu dan merebut senapannya sambil berkata dia ingin mati demi Allah.

Sebelum ditembak mati oleh dua tentara lain, penyerang itu sebelumnya menembak polisi di pinggiran utara Paris.

Ayah Ben Belgacem bersikeras bahwa putranya bukan teroris, dan tindakannya akibat minuman keras dan narkoba.

"Anak saya bukan teroris. Dia tidak pernah berdoa, dia minum," ungkap sang ayah yang enggan menyebut namanya kepada radio Europe 1.

Penyidik sedang memeriksa teleponnya.

Serangan di Orly terjadi saat Prancis masih siaga tinggi menyusul gelombang serangan yang telah menewaskan lebih dari 230 jiwa dalam dua tahun.

Insiden ini juga kian menguatkan isu keamanan menjelang pilpres Prancis pada 23 April. (AFP/Ire/I-1)

Komentar