Internasional

Pasukan Suriah Balas Serangan

Selasa, 21 March 2017 04:15 WIB Penulis:

AFP/AMER ALMOHIBANY

PESAWAT-PESAWAT tempur milik pasukan militer Suriah terus membombardir daerah yang dikuasai kelompok oposisi di wilayah Damaskus, Suriah, Senin (20/3).

Serangan tersebut ialah serangan kejutan dan balasan dari pasukan rezim Bashar al-Assad terhadap pasukan kelompok pemberontak.

Sebelumnya pada Minggu (19/3) pagi, pasukan kelompok pemberontak dan kelompok Front Fateh al-Sham yang berafiliasi dengan Al-Qaeda menyerbu posisi pasukan pro-Assad di wilayah timur Damaskus dan memenangi pertempuran.

Namun, menjelang Minggu (19/3) malam, pasukan pemerintah yang dibantu milisi Syiah lokal dan milisi Syiah dari Libanon dan Iran melancarkan serangan balik.

Mereka mengepung dan membombardir wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak hingga kemarin pagi.

"Ada serangan udara gencar sejak fajar di wilayah posisi kelompok pemberontak di Jobar," kata Rami Abdel Rahman, Kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR).

"Pasukan pemerintah (Suriah) dan pasukan sekutunya telah merebut kembali dan terus membombardir kelompok yang melancarkan serangan kemarin," jelas Abdel Rahman.

Abdel Rahman menegaskan bahwa tidak jelas apakah pasukan rezim atau sekutu mereka, Rusia, yang melancarkan serangan udara kemarin dengan target wilayah yang dikuasai kelompok anti-Assad di wilayah Jobar.

Wilayah Jobar telah menjadi medan pertempuran kunci dua kelompok yang bertikai selama lebih dari dua tahun.

Wilayah di timur Damaskus tersebut terbelah menjadi dua wilayah yang dikuasai antara kelompok pemberontak dan pasukan pemerintah.

Pada Minggu (19/3), para pejuang oposisi bersenjata berhasil merebut beberapa bangunan di Jobar sebelum merangsek ke area Lapangan Abbasiyah.

Kemenangan dan keberhasilan kelompok pemberontak tersebut ialah pertama kali-nya dalam dua tahun pertempuran.

"Pertempuran itu menyebabkan setidaknya 26 orang dari pasukan rezim (Suriah) tewas dan 21 orang tewas dari kubu pemberontak dan jihadis," ungkap Abdel Rahman.

Namun, sejauh ini dia belum mengantongi data korban tewas terkait dengan serangan udara kemarin pagi.

Tembakan dari para penembak jitu dan ledakan serangan udara masih terdengar di seluruh kota sejak Minggu (19/3) saat masyarakat sipil masih berada di dalam rumah mereka.

Serangan tersebut telah membuat seluruh sekolah diliburkan.

Deru pesawat tempur masih terdengar berputar-putar di atas udara Kota Damaskus.

Setelah serangan itu, sejumlah jalan diblokade pasukan militer pemerintah.

Menurut SOHR, pasukan pemerintah berhasil merebut kembali sebagian besar wilayah yang sebelumnya dikuasai kelompok pemberontak. (AFP/Middle East Eye/Hym/I-3)

Komentar