Polkam dan HAM

Pleno KPUD Intan Jaya Sah Berdasarkan Hukum

Senin, 20 March 2017 22:10 WIB Penulis: Thomas Harming Suwarta

Ist

RAPAT pleno penetapan hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Intan Jaya yang digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Intan Jaya yang digelar di Jakarta, Rabu (15/3) lalu, adalah sah berdasarkan hukum dan peraturan perundang-undangan.

Hal itu ditegaskan oleh putra Intan Jaya yang juga anggota DPRD Provinsi Papua Thomas Sondegau di Jakarta, Senin (20/3).

"Saya mau meluruskan apa yang beredar di masyarakat dan berkembang di kalangan elite termasuk KPU Provinsi Papua yang menyebut seolah-olah pleno yang dibuat di Jakarta itu ilegal. Saya tegaskan bahwa itu sah berdasarkan Undang-Undang Pilkada dan PKPU yang menjadi rujukan KPUD Intan Jaya," kata Thomas.

Menurut dia, pleno yang dilakukan di Sugapa, Intan Jaya, saat terjadi kerusuhan sampai menyebabkan beberapa warga Intan Jaya meninggal dunia tidak bisa lagi dijadikan rujukan karena dilakukan dalam kondisi yang tidak aman dan KPUD Intan Jaya saat itu berada dalam tekanan massa yang luar biasa dari massa salah satu pasangan calon bahkan sampai mengancam nyawa komisioner KPU Intan Jaya.

"Bagaimana kita bisa yakin bahwa pleno tersebut betul-betul obyektif, sementara KPU-nya di bawah tekanan yang luar biasa? Bahkan nyawa mereka terancam sehingga langkah KPU Intan Jaya membawa pleno di Jakarta dengan alasan keamanan adalah bijak dan tentu saja sah karena UU membolehkan itu," tegasnya.

Lagipula, lanjut Thomas, KPUD Intan Jaya memiliki kewenangan dan otonomi untuk melakukan pleno yang dirasanya cocok dan aman selama tidak menabrak UU.

"Sehingga tidak siapa pun termasuk KPU Pusat dan KPU Provinsi bisa mengintervensi. Jika ada pihak yang dirugikan toh sudah ada jalur hukumnya. Silakan membawa ke sana, yaitu MK atau DKPP," tukas Thomas.

Selain itu, Thomas menambahkan, pada saat pleno saksi pasangan calon hadir bahkan hasil pleno ditandatangani sendiri oleh pasangan calon.

"Bahwa ada saksi nomor urut dua yang tidak hadir toh tidak membuat pleno tersebut batal," katanya.

Seperti diberitakan, hasil rapat pleno KPUD Intan Jaya yang harus digelar di Jakarta karena alasan keamanan tersebut menetapkan pasangan petahana Natalis Tabuni-Yaan Kobogoyau sebagai pemenang dengan perolehan suara sebanyak 37.867 suara (47,10%). Diikuti pasangan Yulius Yapugau-Yunus Kalabetme dengan perolehan suara sebanyak 33.438 suara (42,81%).

Adapun pada posisi ketiga, pasangan Bartolomius Mirip-Denny Miagoni dengan dukungan suara sebanyak 6.105. Dan di posisi paling buncit pasangan Thobias Zonggonau-Hermanus Miagoni dengan suara sebanyak 1.891.

Thobias Zonggonau seusai menandatangani hasil keputusan rapat pleno mengatakan bahwa hasil Pilkada sudah diperoleh dan semua pihak terutama pasangan calon harus menerimanya.

"Saya tidak ingin mengingkari janji saya di lapangan Sugapa di hadapan masyarakat dan leluhur serta alam Intan Jaya waktu deklarasi Pilkada damai dulu untuk siap kalah dan siap menang. Semoga elite bersatu kembali, masyarakat jangan diprovokasi terus. Saatnya Intan Jaya memulai lagi pembangunannya," pungkasnya. (OL-2)

Komentar