Properti

Kebutuhan Rumah Capai 750 Ribu Unit Per Tahun

Senin, 20 March 2017 23:30 WIB Penulis:

Dok. MI

SETIAP tahun diperkirakan kebutuhan masyarakat akan papan bisa mencapai 750 ribu unit.

"Kalau penduduk Indonesia 250 juta dan satu rumah dihuni lima orang, berarti dibutuhkan sekitar 50 juta rumah. Apalagi kalau dengan pertambahan penduduk 1,5%, berarti minimal satu tahun dibutuhkan rumah kira-kira 750 ribu," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono setelah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya, Senin (20/3).

Wapres menyatakan papan merupakan kebutuhan pokok masyarakat, seperti juga sandang dan pangan.

Karena itu, pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan papan masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah dengan membangun rumah murah.

"Yang 50 juta rumah saja mungkin belum tercapai, kebutuhan tiap tahun pun ada. Untuk itu, beliau memberikan arahan, apa pun Apersi juga membangun saja karena pasti akan ada pasarnya termasuk anggaran pemerintah. Siapa pun pemerintahnya pasti akan ada program-program pembangunan rumah,

khususnya untuk MBR," tambah dia.

Sebelumnya, Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) juga menemui Wapres untuk melaporkan kerja mereka dan kendala yang dihadapi.

"Memang apa yang sudah dilakukan pemerintah pusat dengan paket ekonomi belum sepenuhnya dilakukan pemerintah daerah," kata Ketua Umum Apersi Junaidi Abdillah, kemarin.

Menurut dia, Wapres sudah mengeluarkan surat kepada Mendagri untuk mengeluarkan edaran agar pemerintah daerah (pemda) mempermudah izin.

Dalam pertemuan itu, Basuki mengatakan Wapres memberi arahan agar harus ada inovasi pengusaha untuk bisa menyakinkan pemda bahwa rumah yang dibangun untuk kebutuhan rakyat.

Pada pertemuan dengan Wapres, Apersi mengaku masih mengalami kendala terkait dengan izin dari pemda untuk pembangunan rumah murah.

Ketua Umum Apersi Junaidi Abdillah mengatakan permasalahan izin sampai saat ini masih terjadi di daerah, bahkan belum selesai dalam lima bulan.

Padahal, Apersi menargetkan membangun 120 ribu rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pada 2017.

"Kita diminta serius untuk membantu program ini. Target minimal kita ada 120 ribu rumah dengan jumlah anggota kurang lebih 3.700 dan yang aktif kebetulan tahun ini 1.030 untuk seluruh Indonesia," tambah dia.

Apersi memprioritaskan pembangunan rumah di Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Sulawesi, serta Jawa Tengah, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Palembang. (Ant/S-1)

Komentar