Properti

Geber Pengembangan Berbasis Transit

Senin, 20 March 2017 23:15 WIB Penulis:

ANTARA/SENO

PENGEMBANGAN wilayah berbasis transit (transit oriented development/TOD), termasuk dengan menggandeng para pengembang properti, seperti dilakukan di sejumlah negara ada baiknya ditiru Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro ketika meninjau perkembangan proyek pembangunan mass rapid transit (MRT) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, kemarin.

"Pengembangan konsep MRT yang diterapkan di Hong Kong patut dipertimbangkan sebagai model karena ada dampak ekonomi signifikan dari keberadaaan MRT tersebut. Jadi, tidak hanya sebagai sarana transportasi, tapi kita harapkan sebagai upaya lebih jauh lagi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Jakarta," ujar Bambang.

Ia menuturkan, dalam mengembangkan konsep TOD, pemerintah Hong Kong

menggandeng para pengembang (developer) yang ada di sekitar lokasi jalur MRT.

Tidak hanya pusat perbelanjaan yang dibangun, tapi juga properti lain seperti perumahan untuk kelas menengah dan atas.

"Dari situlah MRT Hong Kong setiap tahun untung triliunan rupiah. MRT

Jakarta kita harapkan bisa mengeksplorasi seperti Hong Kong," katanya.

TOD merupakan salah satu pendekatan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan maksimalisasi penggunaan angkutan massal seperti bus trans-Jakarta, kereta api kota (MRT), kereta api ringan (LRT), serta dilengkapi jaringan pejalan kaki/sepeda.

Dengan demikian, perjalanan/trip akan didominasi dengan menggunakan angkutan umum yang terhubung langsung dengan destinasi.

Tempat perhentian angkutan umum mempunyai kepadatan relatif tinggi dan biasanya dilengkapi dengan fasilitas parkir, khususnya parkir sepeda.

Pengembangan TOD telah menjadi tren di kota-kota besar seperti Tokyo di Jepang, Seoul di Korea, Hong Kong, Singapura, yang memanfaatkan kereta api kota serta beberapa kota di Amerika Serikat dan Eropa.

Pengembangan wilayah berbasis TOD belum banyak dilakukan di Tanah Air.

Adapun Jakarta yang direncanakan akan memiliki jalur MRT modern pertama akan menggunakan pendekatan memaksimalkan pemanfaatan lahan di

sekitar stasiun untuk pengembangan properti dengan kepadatan tinggi.

Saat ini, pembangunan MRT tahap I dengan rute Lebak Bulus-Bundaran HI ditargetkan selesai 2019.

Sementara itu, proyek MRT tahap II, yaitu Bundaran HI-Ancol Timur baru akan dimulai tahun depan. (Ant/S-2)

Komentar