Olahraga

Babak baru Dongeng sang Legenda Swiss

Selasa, 21 March 2017 03:15 WIB Penulis: Achmad Maulana

AFP/KEVORK DJANSEZIAN

ROGER Federer kembali membuktikan dirinya belum habis.

Keberhasilan petenis legendaris Swiss itu menjuarai turnamen ATP Indian Wells Masters di Indian Wells, California, Senin (20/3), membuktikan hal tersebut.

Kali ini ia mengalahkan kompatriotnya, Stanislas Wawrinka, 6-4, 7-5. Itu menjadi trofi kelima Federer di turnamen kategori Masters 1.000 tersebut.

Sebelumnya, ia menjadi juara pada 2004, 2005, 2006, dan 2012.

Ia pun menyamai prestasi petenis peringkat kedua dunia, Novak Djokovic, yang juga mengoleksi lima gelar di turnamen tersebut.

Selain itu, dengan usianya yang sudah 35 tahun, Federer kini menjadi petenis tertua yang bisa menjuarai turnamen Masters setelah petenis Amerika Serikat Andre Agassi yang menjuarai turnamen Cincinnati Master 2004 silam pada usia 34 tahun.

Kesuksesan itu mengingatkan banyak orang saat ia menjuarai turnamen grand slam Australia Terbuka di awal tahun ini.

Federer yang baru bermain lagi setelah enam bulan absen akibat dibebat cedera lutut kala itu sukses menyihir dunia dengan menjadi kampiun di Melbourne dan sekaligus menambah koleksi gelar grand slam-nya menjadi 18.

"Ini hanya dongeng mingguan sekali lagi," kata Federer yang absen di Indiana Wells tahun lalu lantaran cedera.

"Bagaimana pun ini kejutan buat saya bisa kembali menjadi juara di sini dan mengalahkan para petenis top. Tentu ini pencapaian yang bagus buat saya dalam mengawali musim setelah tahun lalu nihil gelar. Saya bahkan tidak pernah berpikir bisa mencapai babak final lagi setelah Brisbane Terbuka tahun lalu," kata Federer lagi yang kini kembali masuk jajaran 10 besar petenis dunia dengan menempati urutan keenam.

Sementara itu, Wawrinka mengaku kecewa dengan kekalahan itu.

Namun, di sisi lain, ia juga senang dengan kebangkitan Federer.

Sebagai penggemar dan sekaligus rekan senegara, Wawrinka menyebut Federer ialah anutan.

"Saya tentu kecewa, tapi saya menjadi pendukung Anda ketika bermain di final Australia. Saya penggemar berat Anda. Jadi, selamat atas kebangkitan Anda."

"Tentu saja, saya tidak suka kalah di final, tapi kalah dari seorang legenda, saya masih bisa terima," kata petenis peringkat ketiga dunia itu.

Absen di Miami

Kabar duka menghampiri Djokovic.

Petenis Serbia itu dipastikan tidak bisa mempertahankan gelar di Miami Masters pekan depan lantaran mengalami cedera siku.

"Dengan sangat menyesal, saya tidak bisa mempertahankan gelar saya di Miami. Dokter menyarankan saya tidak bermain dulu selama sebulan. Saya akan melakukan apa saja untuk mengembalikan kekuatan saya. Jika perlu saya akan melakukan terapi agar saya bisa kembali bermain sesegera mungkin," ujar Djokovic lewat akun Facebook-nya.

Djokovic mengalami cedera pada sikunya akibat terjatuh saat menghadapi Nick Kyrgios pada babak keempat Indian Wells Masters.

Ia pun kembali harus mengakui keunggulan Kyrgios setelah takluk di Australia.

Sebelumnya, petenis nomor satu dunia Andy Murray telah terlebih dahulu menyatakan absen.

Murray harus mundur juga karena cedera siku. (AFP/AP/R-1)

Komentar