Megapolitan

Cimande Kesohor hingga Mancanegara

Selasa, 21 March 2017 02:45 WIB Penulis: Dede Susianti

MI/DEDE SUSIANTI

CIMANDE ialah sebuah nama kali di Kecamatan Caringin, bagian selatan Kabupaten Bogor.

Air Kali Cimande bersumber dari Gunung Gede Pangrango yang bermuara ke Cisadane.

Nama itu kemudian melekat menjadi nama desa yang memiliki luas sekitar 335 hektare di Kabupaten Bogor.

Desa Cimande memiliki lima kampung, yaitu Nangoh, Tarikolot, Babakan, Lemah Duhur, serta Kampung Baru.

Jumlah penduduknya sekitar 6.000 jiwa yang tinggal di 17 RT (rukun tetangga).

Pihak desa membagi wilayah menjadi lima zona demi keteraturan. Wilayah satu diperuntukkan perkantoran pemerintahan; wilayah dua zona kesepuhan di Kampung Tarikolot yang mencakup RT 8, RT 9, dan RT 10; wilayah tiga zona pertanian antanan; wilayah empat zona kerajinan; dan wilayah lima sebagai zona wisata alam.

Didih Supriadi merupakan tokoh masyarakat Cimande yang masih memiliki trah Ayah Ace, penerima ilmu pencak silat dari Syech Khair, petualang dari Arab yang membawa silat ke Cimande.

Saat ditemui di Saung Pelestarian Pencak Pusaka Cimande di Kampung Tarikolot, Didih Supriadi menjelaskan jurus Cimande bukan hasil perkelahian harimau dan kera sebagaimana beredar di masyarakat.

"Silat Cimande itu dibawa Syech Khair pada abad ke-17 ke Cimande. Cimande itu tertua, sudah diakui semua aliran silat, seperti Cikalong, Syahbandar, maupun silat Betawi. Namanya silat Cimande," ungkap Didih.

Selama belajar Cimande, tutur Didih, pesilat harus menjalani lima ketentuan, yaitu menerima ta'leq (sumpah), peureuh (tetesan air ke mata disertai doa), jurus, dan salancar Cimandean (seni/tari).

Kebinekaan

Ta'leq yang harus dipedomani ada 14 poin. Intinya mereka bersumpah menghargai dan menghormati guru. Selain itu, ta'leq Cimande menuntut kebinekaan.

Sebelum kebinekaan ramai digaungkan seperti sekarang ini, ta'leq sudah mengajarkan itu kepada setiap murid.

"Kami mengajari mereka harus sopan santun, rendah hati, ramah tamah, dan saling menghargai sesama manusia. Ta'leq ke-13 Cimande mengajarkan kebinekaan. Ada pengakuan keberagaman di poin itu," tuturnya.

Keberadaan Cimande sudah menyebar ke belahan dunia. Dua bulan lalu, utusan Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) datang untuk menyampaikan Desa Cimande diajukan ke UNESCO.

"Dunia mengakui Cimande dengan jurus atau silatnya, balur, dan urutnya. Saya juga punya cabang Persatuan Pencak Silat Kujang Cimande Tarikolot di Belanda sejak 1996," papar Didih.

Kepala Desa Cimande Joe Sudrajat menambahkan upaya pelestarian budaya Cimande tak berhenti dilakukan pihaknya bersama para sesepuh.

Saat ini pihaknya mengembangkan Cimande untuk menjadi wisata religi.

Sejak 2013, Desa Cimande melekat dengan sebutan desa wisata yang terintegrasi dengan pertanian (Kelompok Tani Antanan), kerajinan, dan alam yang indah.

Para petaninya bisa silat, bisa urut, perajin juga demikian.

"Pak Aher (Gubernur Jabar Ahmad Heryawan) pernah bercerita sepulang dari Amerika. Ada yang nanya soal Cimande dan saat ini ada satu anak asal Amerika berlatih silat di Cimande. Itu salah satu bukti Cimande sudah mendunia," urainya. (J-2)

Komentar