Nusantara

Kajian Lingkungan Hidup Strategis Kendeng Rampung April

Senin, 20 March 2017 20:02 WIB Penulis: Rudy Polycarpus

ANTARA/M AGUNG RAJASA

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya akan mempercepat Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah terkait kegiatan penambangan karst oleh PT Semen Indonesia (persero) Tbk. Hal ini menyusul serangkaian protes dari aktivis lingkungan hidup dan petani Kendeng.

"Hari ini ada rapat dipimpin Dirjen Planologi, dan saya minta dipercepat. Karena menurut perkiraan, mereka kan selesainya nanti bulan April. Tapi saya minta dipercepat saja," kata Siti, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/3).

Kajian dilakukan ntuk meneliti keberadaan cadangan air tanah di bawah lokasi penambangan. Apabila penambangan dilakukan, dikhawatirkan tidak ada cadangan air tanah lagi di Pegunungan Kendeng. Hasil kajian diperkirakan rampung April.

"Kalau ada sungai bawah tanah, berarti harus ambil langkah-langkah lain. Jangan saya bilang sekarang," tandasnya.

Ia mengatakan, pemerintah harus sangat berhati-hati dalam memutuskan masalah pembangunan pabrik semen di wilayah Kendeng ini. Data yang ada saat ini belum cukup untuk membuat keputusan.

Siti menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral perihal KLHS ini karena kementerian tersebut yang memiliki kapasitas dalam penentuan wilayah pertambangan

"Saya minta tolong kepada Menteri ESDM (Ignasius Jonan) untuk wilayah cadangan air tanah yang dipersoalkan itu. Aturannya sangat rigid soal itu, jadi harus hati-hati, prudent, dan berdasarkan data dalam mengambil keputusan," kata politisi Partai NasDem itu.

Secara terpisah, Ketua Komisi VI DPR Teguh Juwarno berharap permasalahan yang terjadi pada rencana pembangunan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah bisa diselesaikan secara damai dan menguntungkan bagi kedua belah pihak.

"Pro dan kontra itu wajar. Kita juga tidak bisa memaksakan kehendak kita, apalagi kita juga harus berpikir dari kacamata manfaat apa yang akan diberikan terutama terkait pertumbuhan ekonomi daerah yang memang saat ini sedang dibutuhkan," tutur Teguh usai melakukan rapat kerja bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (20/3).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pada dasarnya, pihaknya mendukung pengembangan industri penunjang infrastruktur seperti semen dan baja yang dinilai sebagai mother industry.

Ia mengakui, dirinya hanya berusaha untuk menjaga iklim usaha dan kepastian investasi di dalam negeri terutama untuk sektor manufaktur strategis.

"Kepastian investasi pembangunan industri strategis perlu dijaga keberlanjutannya sebab mampu membawa efek berganda bagi perekonomian daerah dan nasional, antara lain penyerapan tenaga kerja dan penumbuhan industri kecil yang bisa dikembangkan untuk masyarakat," tandas Airlangga.

Sementara itu, sudah hari kedelapan warga Kendeng menyemen kakinya di depan istana Merdeka Jakarta, Senin (20/3). Mereka meminta Presiden Jokowi membatalkan ijin PT Semen Indonesia yang melanggar hukum. Hingga hari kini, Presiden belum juga menanggapi. Namun dukungan terhadap aksi “Dipasung Semen Jlid II” ini terus mengalir dari berbagai kalangan baik di depan istana hingga di luar Jakarta.

Selain warga Kendeng, kini giliran para aktivis menyemen kakinya untuk solidaritas Kendeng Lestari. Tak hanya itu, setelah dukungan dari Gerakan Buruh Transportasi dan Petani Teluk Jambe, hari ini puluhan petani dari Kabupaten Batang Jawa Tengah memberikan dukungan dengan melakukan ritual selamatan Petani Batang Pesisiran di depan istana. (Arv/RO/OL-5)

Komentar