Nusantara

Heboh di Medsos, Pemuda 24 Tahun Nikahi Nenek 67 Tahun

Senin, 20 March 2017 19:34 WIB Penulis: Sunarwoto

FACEBOOK

PEMILIK akun Facebook Yuni Rusmini pada Kamis (16/3) mem-posting sebuah video dan sejumlah foto dengan judul 'Manten terheboh...Di Kec Gemarang Kab Madiun'. Seorang laki-laki 24 tahun menikahi wanita 67 tahun atau berselisih 40 tahun lebih. Peristiwa itu terjadi di Dusun Petung, Desa Gemarang, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada 16 Maret 2017 lalu.

Sejak video itu diunggah, muncul beraneka ragam tanggapan di media sosial tersebut. Baik sekadar mempertanyakan dan keheranan, hingga cemoohan. Mengapa Rokim, pria kelahiran 9 Juli 1993, bersedia menikahi Tampi, yang kelahirannya terpaut jauh dengannya, yakni pada 18 Januari 1950?

Rokim berasal dari Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, hanya lulusan SD dan bekerja sebagai buruh bangunan. Rokim sempat tinggal di Dusun Petung, Desa/Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun.

"Saya biasa pijet dengan dia, karena terbiasa bertemu. Saya akhirnya punya rasa kasihan, karena dia hidup seorang diri. Saya pun punya tekad menikahi dia, bukan untuk sensasi. Tapi, serius menikah dengan dia," ujar Rokim menanggapi pernikahannya yang menghebohkan di medsos, Senin (20/3).

Ia menyatakan selama bekerja jadi buruh bangunan menyisihkan sebagian penghasilan ditabung untuk menikahi Tampi.

"Saya tahu dia tidak cantik dan sudah tua. Begitu hasrat itu saya sampaikan tekad menikahi dia, ya, akhirnya diterima. Pernikahan rencananya 15 Maret, ditunda jadi 16 Maret lalu," katanya.

Lantas bagaimana tanggapan Tampi? "Saya memang sempat menikah dan tidak dikaruniai anak. Dulu saya menikah usia 14 tahun dan suami meninggal 24 tahun, saya tidak sangka dia (Rokim) mau menikahi. Saya pun bertanya, apa ini serius? Saya hanya tukang pijet dan serabutan," ujarnya di samping suami sembari tersenyum.

Ternyata, niat Rokim tidak tergoyahkan, dia tetap ingin menikahi Tampi.

"Keluarga saya tidak mempermasalahkan, jika menikahi serius dipersilakan. Saya pun mendapat bantuan finansial dari keluarga untuk keperluan pernikahan rencananya sangat sederhana," ujar Rokim.

Semula pernikahan direncanakan 15 Maret, lalu ditunda sehari menjadi 16 Maret dengan maksud sederhana, pernikahan yang sedianya hanya dilangsungkan sederhana, tetapi akhirnya cukup meriah lantaran dihadiri sanak keluarga serta kerabat dan tetangga.

"Keluarga, kerabat, hingga tetangga berdatangan hingga menjadi ramai. Soal biaya dapat bantuan dari kakak, orangtua dan kerabat lain. Perhelatan ini bisa jadi habis Rp10 juta," ujar Rokim.

Keduanya juga tidak menyangka pernikahannya jadi viral di media sosial Facebook dengan dapat berbagai tanggapan. Kini, pasangan itu hidup sederhana di rumah masih beralaskan tanah di Dusun Petung, hanya berjarak sekitar 10 meter dari Jalan Raya Madiun-Surabaya.

"Saya berdoa semoga pernikahan ini langgeng. Hidup berdua bahagia. Semoga pernikahan ini sampai ajal yang memisahkannya," panjat Rokim. (OL-2)

Komentar