Ekonomi

Valuasi Kerugian Raja Ampat Tunggu Tim Ahli

Senin, 20 March 2017 19:36 WIB Penulis: Jessica Sihite

ANTARA

KEMENTERIAN Koordinator Bidang Kemaritiman menyatakan perhitungan nilai kerugian dan luas kerusakan terumbu karang di wilayah Raja Ampat akibat kandasnya kapal pesiar MV Caledonian Sky belum dilakukan. Saat ini, tim ahli masih mensurvey kerusakan di Raja Ampat, Papua Barat.

Deputi I Bidang Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Arief Havas Oegroseno mengatakan perhitungan valuasi kerugian materi dan lingkungan nantinya akan dilakukan oleh tim ahli yang terdiri dari Intitut Pertanian Bogor (IPB) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

"Nanti tim ahli dari IPB dan LIPI yang menghitung itu setelah survey selesai," ucap Havas di Jakarta, Senin (20/3).

Adapun luasan survei yang ditentukan pemerintah sebesar 22.060 m2, dihitung dari titik awal kandasnya kapal MV Caledonian SKy. Luasan itu memiliki kedalaman laut 3-6 meter.

Havas mengatakan pengerjaan survey dibagi menjadi sembilan transect. Hingga saat ini baru tujuh transect yang sudah kelar disurvei.

"Mestinya hari ini survei sudah selesai, tapi karena ombak yang besar, 2 transect belum selesai. Itu luasan survei ya, bukan luasan karang yang rusak," ucap Havas.

Dia pun berharap survei bisa segera diselesaikan, sehingga penghitungan nilai kerugian dan kerusakan lingkungan bisa segera dilakukan IPB dan LIPI.

IPB juga mengidentifikasi dampak sosial dari kejadian tersebut bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sementara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bertugas menyiapkan bukti pelanggaran pidana dari kandasnya kapal pesiar berbendera Bahama tersebut.

"Kita maunya cepat semua kelar. Proses pidana, baik secara materi dan hukum akan dilakukan secara paralel tetapi bersamaan. Hanya, ini semua baru akan dilakukan setelah survey selesai," imbuh Havas. (OL-5)

Komentar