Sepak Bola

The Professor Tetap di Arsenal

Senin, 20 March 2017 19:18 WIB Penulis: Eko Suprihatno

AFP

SOSOK Arsene Wenger memang tak pernah bisa dipisahkan dari Arsenal. Bahkan, kabar terakhir yang dilansir, tim asal Inggris itu ingin memperpanjang kontrak sang manajer, yang sebelumnya berakhir pada musim ini.

Harian Inggris The Daily Telegraph dan Daily Mirror dalam laporannya, Senin (20/3), menyebutkan bahwa keputusan dewan direksi The Gunners itu 'tidak mengejutkan.' Kedua harian ternama itu mengutip pernyataan Tony Pulis, manajer West Bromwich Albion seusai tim tersebut menghempaskan The Gunners 3-1 dalam laga lanjutan di Liga Primer, Sabtu (18/3) lalu.

"Saya justru merasa terkejut kalau dia pergi (dari Arsenal). Kenapa saya mengatakan dia akan tetap di sana, itu karena Wenger yang sudah bicara dengan saya," tutur Pulis.

Wenger, 67, sebelumnya mendapat tekanan dari pecinta Arsenal setelah anak-anak asuhannya dihempaskan Bayern Muenchen dalam laga Liga Champions. Bahkan di kompetisi lokal pun mereka hanya sanggup berada di posisi empat besar. Wenger sudah memoles Arsenal sejak 1996, dan diyakini bakal menandatangani kontrak baru untuk dua tahun.

Ketika West Brom memastikan kemenangan dalam pertandingan di Liga Primer, penonton pun membentangkan spanduk bertuliskan 'Wenger Out dan No Contract #Wenger Out'. Namun, di sisi lain ada juga pendukung Wenger membentangkan spanduk 'In Wenger We Trust #Respectaw'.

Alih-alih memuaskan keinginan publik, The Professor pun mengungkapkan nasibnya ke depan dan segera menjawab desakan tersebut. Nama pelatih Borussia Dortmund Thomas Tuchel, seperti dilansir harian Jerman Bild, sebelumnya sudah disebut-sebut sebagai suksesor pelatih paling lama yang memoles Arsenal itu. Tapi juru bicara Arsenal hanya menegaskan kalau kabar itu tidak benar.

Dalam sembilan musim pertamanya, polesan Wenger membawa Arsenal mengoleksi tujuh trofi. Tapi selama 12 tahun, cuma dua kali Piala FA singgah di kubu Arsenal. Dalam karirnya di klub ini, kritik terhadap Wenger juga pernah terjadi ketika pada periode September 1996-Februari 2014, tercatat 100 pemainnya menerima kartu merah. Padahal Arsenal sudah memenangkan penghargaan sebagai tim fair play. (OL-2)

Komentar