Nusantara

Teror Kampung, Harimau Sumatra Diusir ke Hutan

Senin, 20 March 2017 16:15 WIB Penulis: Yose Hendra

ANTARA

SELAMA lebih kurang sebulan, harimau Sumatra (Phantera Tigris Sumatra) berkeliaran di kampung-kampung di Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Harimau itu pun telah memangsa ternak warga sehingga membuat masyarakat geram.

Alhasil, beberapa hari terakhir, warga bersama personel dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Agam berusaha memburu dan mengusir harimau tersebut.

Kepala BKSDA Agam Syahrial Tanjung mengatakan, dua hari ini harimau tersebut berhasil diusir ke hutan lindung Pintu Angin, Ampek Nagari, Palembayan.

"Tiga malam berturut-turut sebelum kembali ke hutan, kita sudah mengusirnya memakai meriam karbit. Ada lima nagari di Palembayan secara serentak melakukan penghalauan," ujar Syahrial, Senin (20/3).

Sebelumnya, sejak Februari, harimau yang diduga berjenis kelamin jantan itu bolak balik masuk kampung. Sejak itu pula, harimau ini meneror warga, bahkan sudah memangsa kambing ternak warga.

"Selama ini harimau tersebut berpindah-pindah. Dari satu kampung ke kampung lain. Satu nagari (desa) ke nagari lain. Tapi sebetulnya hanya di pinggir kampung, perbatasan dengan hutan," jelasnya.

Menurut Syahrial, harimau tersebut memiliki panjang 2 meter, dengan usia sekitar tiga tahun. Dia menduga, harimau tersebut bukan berhabitat di Palembayan, melainkan harimau pendatang. Sebab, selama ini tidak ada masyarakat malaporkan ada harimau di kawasan hutan itu.

Berdasarkan penelitian World Wildlife Fund (WWF), populasi harimau Sumatra semakin menurun dengan angka di bawah 400 ekor. Penyebabnya diduga perambahan hutan secara masif yang menghancurkan habitat alamiah harimau. (X-12)

Komentar