Nusantara

Polres Karanganyar Tangkap Pelaku Sodomi yang Beraksi Sejak 2003

Senin, 20 March 2017 15:40 WIB Penulis: Widjajadi

MI/Widjajadi

POLRES Karanganyar bongkar kejahatan pedofilia oleh seorang pemulung bernama Fajarudin, 29, warga Desa Ngrawoh, Tegalgede, Kabupaten Karanganyar. Ia sudah beraksi sejak 2003 hingga akhir 2016, dengan jumlah korban mencapai 16 anak usia siswa SD.

Kebejatan Fajar terungkap setelah bocah berinisial ARR bercerita kepada gurunya pada 15 Maret 2017 lalu.

"Dari cerita korban ARR, siswa kelas 2 SD di Tegalgede itu akhirnya orang tuanya melapor ke Polres, kemudian terungkap kasus sodomi yang menimpa 16 anak sejak 2003," papar Kapolres Karanganyar AKB Ade Safri Simanjuntak kepada Media Indonesia di Mapolres setempat, Senin (20/3).

Menurut Ade, tersangka Udin melakukan sodomi terhadap para korbannya dengan janji memberikan uang jajan antara Rp2.000-Rp5.000, atau dengan cara paksa di sejumlah tempat, seperti di toilet atau gudang. Tiap korban, rata-rata disodomi oleh tersangka sebanyak 3-5 kali.

Kapolres menyebut boleh jadi korban tidak hanya 16 anak, mengingat rentang waktu yang cukup lama. Karena itu, ia mengimbau kepada para korban atau orang tua korban untuk melaporkan ke Polres bila menjadi korban kejahatan seksual menyimpang sesama jenis ini.

Saat ini, lanjut Kapolres Ade, baru dua korban yang melapor ke Polres, sementara yang lain, tentunya sudah menginjak usia remaja atau dewasa masih berdiam dirikarena mungkin kemungkinan malu mengungkap aib yang menimpanya.

"Jika menjadi korban jangan ragu melapor, kasus pedofilia ini harus terbongkar tuntas, meski sejauh ini belum ada kaitannya dengan kasus pedofilia jejaring seperti yang terjadi di Jakarta," imbuh Ade.

Fajarudin yang diperlihatkan kepada wartawan dengan wajah ditutup, secara terbata-bata bertutur ihwal dirinya menjadi orang yang suka menyodomi anak-anak usia SD. Ternyata semasa kecil di Demak, ia juga pernah menjadi korban sodomi seniornya.

"Yang pasti kami akan terus mengembangkan kasus sodomi yang dilakukan tersangka kepada para korbannya yang saat kejadian masih usia anak-anak ini," tukas Ade.

Tersangka Fajarudin alias Udin ini dijerat dengan Pasal 82 UU RI NO 35 Tahun 2014 perubahan atas UU RI NO 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun. (X-12)

Komentar