Ekonomi

Produksi Dalam Negeri Tekan Impor Tepung Ikan

Senin, 20 March 2017 15:29 WIB Penulis: Jessica Sihite

MI

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan impor tepung ikan sebagai bahan baku pakan ikan selama tiga tahun terakhir turun hingga 15,9% dari 38.295 ton pada 2014 ke 2016. Penurunan impor itu dinilai karena terjadi kenaikan produksi tepung ikan nasional hingga 25,4% dari 2014 ke 2016.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengatakan peningkatan produksi tepung ikan disebabkan makin maraknya kelompok masyarakat yang terlibat memproduksi secara mandiri.

"Pabrik pakan mandiri tidak mungkin pakai bahan baku dari impor. Jadi, mereka buat tepung ikannya juga. Kenaikan produksi yang mencapai 25,4% membuat impor tepung ikan kita selama tiga tahun terakhir turun 15,9%," ucap Slamet di kantor KKP, Jakarta, Senin (20/3).

Kenaikan produksi tepung ikan tersebut pun berdampak pada produksi pakan ikan. Slamet menyebut produksi pakan dari pabrik pakan mandiri naik 270% dari 16.800 ton pada 2015 menjadi 62.160 ton pada 2016.

Dia pun mengatakan kenaikan produksi pabrik pakan mandiri membuat margin keuntungan pembudidaya ikut terkerek naik hingga 40%. Pada Januari 2014, sebut Slamet, nilai tukar usaha pembudidaya ikan (NTUPi) sebesar 105,46. Data terkahir, pada Februari 2017, NTUPi sebesar 109,83.

"Artinya, keuntungan pembudidaya makin naik. Ada dampak positif dari bantuan pakan mandiri sebanyak 88 paket dari pemerintah," tukas Slamet.

Pada tahun ini, KKP rencananya bakal kembali memberikan bantuan alat modal untuk budidaya ikan, khususnya ikan tawar. Bantuan itu, antara lain mesin pakan mandiri mencapai 175 unit, mesin pengolahan bahan baku sebanyak 25 unit, dan bahan baku pakan sebanyak 1.000 ton.

Bantuan alat modal itu, kata Slamet, akan dibarengi dengan bantuan benih sebanyak 100 juta ekor dengan tujuan mencapai target produksi budidaya tahun ini sebesar 22 juta ton. (OL-5)

Komentar