Humaniora

Kemenkes Ingatkan Dampak Pertambangan Merkuri pada Kelainan Bawaan

Senin, 20 March 2017 15:21 WIB Penulis: Intan Fauzi/Metrotvnews.com

ANTARA

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) memberikan peringatan soal bahaya pencemaran merkuri di lingkungan pertambangan emas. Merkuri menjadi salah satu penyebab kelainan bawaan.

Direktur Kesehatan Keluarga Kememkes Eni Gustina mengungkapkan, merkuri memiliki dampak berbahaya pada bayi dan anak yang terpapar. Berbagai jenis kelainan bawaan bisa terjadi.

"Kelainan bawaan yang bisa disebabkam merkuri seperti kerusakan otak, cacat mental, gerakan tidak koordinasi, tidak dapat bicara, kebutaan, kejang-kejang, gangguan pemcernaan, dan gangguan fungsi ginjal," jelasnya di Kantor Kemenkes, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/3).

Eni menyebut, ada 850 pertambangan emas liar di Indonesia. Merkuri dalam jumlah besar dibutuhkam dalam penambangan emas. "Dan luar biasa dampaknya," ungkap Eni.

Dengan alasan faktor ekonomi, kebanyakan masyarakat tidak terima jika pertambangan tersebut ditutup. Eni mengatakan, Kemenkes sudah membawa permasalahan ini pada rapat terbatas yang dihadiri Presiden Joko Widodo.

Peran Kemenkes, kata Eni, memberikan masukan pada kementerian lain soal dampak kesehatan. Masukan itu jadi bahan penggerak kementerian lain untuk ikut menutup penambangan liar.

"Kemendagri soal gimana perizinan, mesti diatur. Kepolisian apa yang mesti dilakukan. Berharap ke depan bisa ditertibkan," ucap Eni. (OL-5)

Komentar