Ekonomi

Bereskan Masalah Cabai, Pemerintah-Industri Duduk Bareng

Senin, 20 March 2017 15:12 WIB Penulis: Andhika Prasetyo

ANTARA

PEMERINTAH pada Selasa (21/3) akan bertemu dengan industri yang bergerak di sektor pengolahan cabai guna membahas persoalan terkait persediaan dan kebutuhan komoditas tersebut khusus untuk industri.

"Kami akan bertemu besok membahas pemenuhan kebutuhan untuk industri. Kami ingin mengarahkan agar industri memiliki kemitraan dengan petani-petani langsung,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Spudnik Sujono di kantornya, Senin (20/3).

Sebelumnya, Spudnik mengatakan, tingginya harga cabai, khususnya rawit merah, terjadi karena ada pemufakatan harga yang dilakukan beberapa perusahaan olahan dengan pengepul cabai. Industri, ungkapnya, berani mengambil persediaan secara besar dengan memberikan harga tinggi kepada pengepul sehingga pasokan cabai ke pasar berkurang drastis.

Maka dari itu, pemerintah berinisiatif memetakan cabai, baik mulai dari produksi hingga distribusi, khusus untuk industri pengolahan.

"Pemetaan ini bukan berarti kami memaksa mereka untuk menanam sendiri. Industri boleh berkembang tetapi jangan sampai mengganggu persediaan untuk rumah tangga," tegasnya.

Spudnik tidak menutup kemungkinan untuk menyediakan lahan baru untuk produk cabai-cabai yang khusus digelontorkan untuk keperluan industri. "Ini yang nantinya akan dikomunikasikan antara industri dan pemerintah,” tuturnya.

Adapun, Staf Usaha dan Pengembangan Pasar Induk Kramat Jati Suminto mengatakan, berdasarkan pemetaan yang dilakukan sejak 10 Januari silam, pasokan cabai yang masuk sangat sedikit dibandingkan sebelumnya dan hal tersebut bertahan hingga lebih dari tiga bulan.

"Biasanya memang ada gejolak naik turunnya pasokan, tetapi paling hanya 20 hari,” tuturnya.

Pada Maret, Kementan mencatat kebutuhan cabai rawit mencapai 68 ribu ton dengan ketersediaan 75 ribu ton. Neraca persediaan dan permintaan yang surplus itu juga akan diikuti pada bulan-bulan selanjutnya hingga akhir semester pertama atau pascalebaran nanti. (X-12)

Komentar