Ekonomi

Proyek Pertamina Terbuka untuk Didampingi KPK

Senin, 20 March 2017 12:23 WIB Penulis: M Rodhi Aulia

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

DIREKTUR Utama PT Pertamina Persero Elia Massa Manik, hari ini, menemui pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dirut yang baru diangkat pekan lalu itu mengaku meminta pendampingan terkait kinerja Pertamina.

"Kami bincang-bincang cukup lama, satu setengah jam. Kita bicara apa saja yang akan kami lakukan di Pertamina dalam waktu ke depan," kata Elia dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (20/3).

Ada tiga pimpinan KPK yang menemui Elia yakni Ketua KPK Agus Rahardjo, serta dua Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, dan Saut Situmorang.

Elia mengatakan, ia menyampaikan permohonan pendampingan khususnya megaproyek senilai US$Rp30 miliar hingga US$40 miliar. Ia juga berkomunikasi soal program kebijakan BBM satu harga.

"Kita diskusi supaya dapat pengawalan, supaya proyek ini berjalan dengan baik dan tidak menyalahi aturan," ujar dia.

Terkait pembenahan di Pertamina, Elia mengklaim ingin menciptakan soliditas internal. Ia menginginkan masing-masing direksi mengedepankan transparasi. Antardireksi harus saling mengetahui permasalahan satu sama lain. "Tidak ada lagi curiga-mencurigai," ujar dia.

Elia bersyukur mendapatkan masukan dari pimpinan KPK. Apalagi, KPK mendukung agar Pertamina tak takut menjalankan program. "Ini menguatkan kami," ucap dia.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengapresiasi itikad baik Elia yang dari awal meminta pendampingan KPK. Agus menegaskan, pihaknya siap mendampingi agar keberadaan Pertamina benar-benar menyejahterakan rakyat. (MTVN/X-12)

Komentar