Ekonomi

G20 Komit Dorong Pertumbuhan Ekonomi Dunia

Senin, 20 March 2017 10:55 WIB Penulis: Fathia Nurul Haq

AFP/THOMAS KIENZLE

INDONESIA bersama negara-negara G20 meneguhkan kembali komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dunia dan memperkuat resiliensi ekonomi di lingkup nasional dan global. Pertumbuhan yang kuat, berimbang, berkesinambungan, dan inklusif itu akan dicapai dengan kebijakan moneter, fiskal, dan reformasi struktural.

Hal itu mengemuka dalam Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara G20 pada 17-18 Maret 2017 di Baden-Baden, Jerman.

"Indonesia mendukung fokus Presidensi Jerman yang menekankan pada pentingnya implementasi komitmen negara G20 pada dokumen yang dikenal dengan Growth Strategy, khususnya yang terkait dengan komitmen reformasi struktural," ucap Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo melalui keterangan pers, Senin (20/3).

Terkait penguatan resiliensi, lanjut Agus, Indonesia juga mendukung agenda Presidensi Jerman dalam penyusunan Panduan Resiliensi (Note of Resiliency) sebagai rujukan untuk memperkuat resiliensi ekonomi di tengah meningkatnya ketidakpastian global terkait dengan arah kebijakan negara maju, risiko geopolitik, dan tren proteksionisme.

Masih sejalan dengan penguatan resiliensi, Indonesia juga mendukung pembahasan G20 tentang manajemen aliran modal. Meski Indonesia telah meliberalisasi aliran modal sejak 35 tahun lalu serta memperoleh manfaatnya bagi pembiayaan perekonomian, disadari keterbukaan aliran modal juga menimbulkan risiko volatilitas aliran modal yang berlebihan.

Terkait dengan resiliensi keuangan itu, G20 berkomitmen menuntaskan implementasi agenda reformasi sektor keuangan secara tepat waktu dan konsisten. Dalam kaitan ini, Indonesia mendukung kerangka struktural yang akan mengevaluasi dampak dari implementasi reformasi keuangan global untuk perbaikan ke depan.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Tirta Segara menambahkan dalam pengembangan sektor keuangan, inovasi digital dinilai memberikan manfaat dan kesempatan bagi perkembangan jasa keuangan sekaligus potensi risiko yang perlu dikelola.

"Indonesia bersama G20 terus memantau pengembangan keuangan digital serta menyambut baik rencana identifikasi isu-isu pengaturan dan pengawasan keuangan digital dari perspektif stabilitas keuangan," pungkasnya. (X-12)

Komentar