Humaniora

Bali masih Jadi Destinasi Favorit

Senin, 20 March 2017 09:15 WIB Penulis: Puput Mutiara

ANTARA/Nyoman Budhiana

HINGGA penutupan pameran wisata Malaysian Association Tour and Travel Agents (Matta) Fair 2017, kemarin (Minggu, 19/3), hasil survei Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menunjukkan Bali masih menjadi pilihan utama destinasi wisatawan mancanegara (wisman), terutama asal Malaysia.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 56,5% responden--pengunjung Matta Fair 2017 yang mengisi survei--memilih Bali, kemudian Lombok dengan angka 29,6%. Pemilih perempuan tercatat lebih banyak, yakni sebesar 55,1%, sedangkan pemilih laki-laki 44,9%.

Menurut Kepala Subbidang Pameran Wisata Umum Pasar Asia Tenggara Kemenpar Nurdiansyah, Bali memang selalu menjadi destinasi yang paling diminati. Hal itu disebabkan Pulau Dewata tersebut sudah sangat populer di kalangan wisatawan.

"Dengan mengikuti ajang Matta Fair inilah kita ingin memperkenalkan objek-objek wisata di daerah lain," ujarnya kepada Media Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia, kemarin (Minggu, 19/3).

Ia mencontohkan Lombok sebagai salah satu daerah yang mulai kebanjiran wisatawan. Kendati belum ada data pasti sebagai perbandingan, semenjak Lombok dipilih menjadi tema utama pelaksanaan Matta Fair tahun lalu, banyak wisman memilih paket wisata ke pulau tersebut.

"Hal itu didasarkan atas laporan sejumlah agen perjalanan yang mengikuti ajang pameran Matta Fair 2017. Kali ini kita usung tema Jawa Timur (Jatim). Mudah-mudahan setelah Matta Fair ini akan makin banyak yang berminat wisata ke sana, begitupun nanti dengan daerah-daerah lain," cetusnya.

Salah satu pihak yang mengikuti pameran itu, Managing Director Bali Ceria Tour and Travel Lasmi Astutik, mengatakan maraknya peminat wisata ke Bali selain karena faktor popularitas juga karena banyak hotel yang bekerja sama menawarkan paket wisata sehingga harganya pun kompetitif.

"Sebagai contoh, paket wisata dari Malaysia ke Lombok rata-rata harganya RM400. Bali mulai RM200-RM500 dengan pilihan hotel beragam dari bintang dua sampai bintang lima." (Mut/H-3)

Komentar