Humaniora

Kompetisi Brass di Gelaran GTCS

Senin, 20 March 2017 08:46 WIB Penulis: MI

GTCS/Icha

GITA Teladan Concert Series (GTCS), gabungan konser dan kompetisi musik ansambel, kembali digelar tahun ini. Jika pada tahun-tahun sebelumnya GTCS sukses menyelenggarakan sebuah konser musikal berformat ansambel, kali ini panitia membuat GTCS sebagai ajang kompetisi alat musik tiup brass.

Produser GTCS Andreas Manalu mengatakan itu merupakan pertama kalinya di Indonesia digelar kompetisi brass.

"Babak penyisihan peserta sudah dilakukan sejak Desember 2016 secara daring agar dapat melibatkan lebih banyak lagi peserta. Mereka lalu dikerucutkan menjadi finalis yang terbagi dalam tiga divisi, yaitu junior, open intermediate, dan open advance dengan empat kategori, yaitu trumpet, mellophone/french horn, baritone/trombone/euphonium, dan tuba. Para finalis tampil pada saat acara puncak GTCS," terang Andreas di sela-sela pergelaran GTCS di Gedung Kesenian Jakarta, kemarin (Minggu, 19/3)

Andreas berharap GTCS dapat menjadi wadah bagi musikus pemula untuk meningkatkan kemampuan. Ia menilai antusiasme peserta untuk acara tahun ini cukup baik.

"Sebenarnya masih banyak yang ingin ikut, tapi masih ragu karena ini ajang kompetisi baru. Padahal seharusnya mereka coba ikut karena tujuan kegiatan ini mendorong agar mereka bisa berlatih giat sehingga kemampuan bermain musiknya meningkat," tukas pria yang akrab disapa Kak Andreas itu.

Musikus profesional Eric Awuy dan Gabriel Laufer turut terlibat dalam GTCS tahun ini. Mereka membimbing para peserta melalui masterclass dan coaching clinic mengenai teknik bermain instrumen ansambel secara profesional.

Gabriel menyampaikan, secara teknik sebenarnya para peserta mampu bermain dengan cukup baik. Dasar-dasarnya pun sudah kuat walaupun mereka bukan pemain profesional. "Dari teknik mereka sudah bagus. Saya tinggal memberikan arahan mengenai detailnya supaya musiknya lebih hidup," tutur Gabriel.

Menurutnya, acara seperti GTCS penting supaya dapat memotivasi para musikus muda. Menurutnya GTCS juga dapat memajukan pendidikan musik di Indonesia.

Salah satu juri, Widiyekso Supramono, mengungkapkan para peserta terlihat sudah berlatih keras meski ada yang masih tampil grogi. Ia berharap GTCS terus berlanjut dengan lebih banyak lagi kategori alat musik yang dilombakan. (Ind/H-3)

Komentar