Humaniora

Siswa di Tahanan Berhak Ikut UN

Senin, 20 March 2017 08:41 WIB Penulis: MI

ANTARA/Rudi Mulya

SELURUH siswa kelas akhir yang sedang berhadapan dengan kasus hukum tetap berhak mengikuti ujian nasional (UN). Pelaksanaan UN bagi mereka yang tersangkut kasus hukum bisa dilakukan di ruang tahanan.

"Semua siswa kelas IX SMP/MTs juga siswa kelas XII SMA/SMK/MA tetap berhak mengikuti UN, tanpa terkecuali. Pertimbangan utamanya adalah memberikan hak, tetapi proses hukum tetap berjalan," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Arif Haryono, di Sleman, kemarin (Minggu, 19/3).

Menurut Arif, yang membedakan hanya masalah segi pelaksanaannya. "Selama belum ditetapkan sebagai terdakwa, siswa tetap bisa mengikuti ujian. Pelaksanaan ujian bisa dilakukan di ruang tahanan (sel) tempat siswa ditahan, kami akan memfasilitasinya," tuturnya.

Namun, Arif mengakui belum dapat memastikan format UN yang akan diberikan kepada siswa yang tersangkut kasus hukum. Apakah ujian tersebut akan menggunakan kertas (paper based test) atau komputer (computer based test/CBT).

"Untuk penyelenggaraan CBT atau UN berbasis komputer (UNBK) juga belum bisa dipastikan penyelenggarannya karena terkait dengan pengadaan sarana prasarana penunjang ujian seperti komputer, server, hingga jaringan internet," ujarnya.

Fasilitas itu, lanjutnya, tentu tidak bisa begitu saja disediakan di ruang tahanan atau lembaga pemasyarakatan. "Jika memang terkendala untuk sarana prasarana UNBK, ujian bisa dilaksanakan dengan ujian tertulis saja," ujarnya.

Arif menambahkan menjelang pelaksanaan UN pihaknya mengimbau orangtua dan sekolah untuk mengawasi dan membimbing anak-anak dalam mempersiapkan diri.

Sementara itu, di Banyumas, Jawa Tengah, sebanyak 25 ribu lebih siswa sudah tercatat dalam daftar nominasi tetap (DNT) peserta UN SMP yang bakal berlangsung awal Mei mendatang.

Kepala Seksi Kurikulum Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Banyumas Agus Wahidin mengungkapkan mereka bakal melaksankan UNBK dan ujian nasional berbasis kertas.

"Sekolah yang menyelenggarakan UNBK sebanyak 69 SMP. Namun, dari jumlah tersebut, hanya 22 SMP yang menyelenggarakan UNBK mandiri di sekolah masing-masing. Sebanyak 47 SMP lainnya masih menumpang ke sekolah lain," ujarnya. (AU/LD/H-3)

Komentar