Ekonomi

Iklan di Ponsel Berbuah Pulsa Gratis

Senin, 20 March 2017 07:49 WIB Penulis: Dero Iqbal Mahendra

MI/Sumaryanto

INDONESIA sebagai salah satu negara ter­tinggi dalam transaksi untuk berlangganan internet broadband ternyata berban­ding terbalik dengan biaya telekomunikasi di Indonesia yang tergolong salah satu termurah di dunia.

Data yang dikumpulkan dari International Telecommunication Union (ITU) dan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2015 misalnya mencatat harga rata-rata internet broadband Indonesia sekitar US$2,4 (sekitar Rp32 ribu), jauh dari Brunei Darussalam sebagai negara tetangga di kawasan Asia Tenggara yang mencapai US$20 (sekitar Rp267 ribu).

Nyatanya, meski tarif internet di Indonesia tergolong rendah, masalah biaya tetap menjadi salah satu kendala utama bagi masyarakat saat mereka ingin mengakses internet di platform mobile.

Permasalahan itu rupanya dimanfaatkan salah satu perusahaan aplikasi Cashtree. Salah satu aplikasi di bidang platform mobile advertising itu mengubah lock screen pada smartphone menjadi billboard untuk iklan dan konten berita.

Dengan aplikasi Cashtree, pengguna ponsel smartphone nantinya mendapatkan keuntungan berupa poin yang dapat dikumpulkan dan ditukar dengan pulsa sebesar Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per bulan.
Meski jumlah itu tidak signifikan bagi beberapa orang, tetapi tambahan pulsa sebesar itu diyakini mampu melunasi rata-rata tagihan ponsel bagi masyarakat kelas menengah setiap bulannya.

‘’Jika Cashtree dapat terus memainkan peran­an tersebut, semakin banyak orang dapat meng­akses internet dan akan berdampak pada peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia secara cepat. Ini jadi solusi bagi masyarakat Indonesia terhadap masalah dalam mengakses internet secara mobile,’’ ungkap Chief Business Officer (CBO) Cashtree Seyoung Jung di Jakarta, pekan lalu.

Bukan hanya jadi solusi dalam hal akses internet, Cashtree juga ingin memberikan layanan terbaik kepada para konsumen atau pengguna ponsel. Itu misalnya diwujudkan dengan adanya fitur atau layanan yang menjadi unggulan yakni berupa games menarik dan menyenangkan sehingga konsumen setia menggunakan aplikasi Cashtree.

7 Juta orang
Sejak diluncurkan November 2015, Cashtree kini memiliki basis pengguna hingga 7 juta ­orang dengan jumlah basis pengiklan hampir mencapai 100 perusahaan yang meliputi agen iklan, media online, media sosial, pasar online, e-commerce, aplikasi games, layanan fintech, penjual retail, dan operator telekomunikasi.
Seyoung menjabarkan iklan pada layar lock screen ponsel merupakan konsep baru yang menguntungkan bagi para pengiklan di Indonesia. Sebab, aplikasi itu selain memberikan keuntungan pulsa bagi pengguna ponsel, pada saat yang sama akan membantu pengiklan dalam menjangkau konsumen target mereka secara lebih efektif dan efisien.

Contohnya, Cashtree memperkenalkan cara kerja iklan berbasis performa yang berdampak melalui jangkauan dan klik saja.

Cashtree punya kemampuan memicu pengguna untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti mengunduh aplikasi, menonton video secara keseluruhan, mendaftar untuk layanan, mengisi survei, bahkan untuk mencoba sebuah permainan.

Dengan sistem iklan kompeten, khususnya sistem iklan yang berbasiskan pada performa itu, ke depannya diyakini kinerja pengiklan di Tanah Air akan terus meningkat.

‘’Cashtree tidak hanya memberi keuntungan bagi pelaku industri periklanan seluler, tetapi juga jangkauannya bisa meluas ke semua pelaku dalam ekosistem seluler.” (E-3)

Komentar