Polkam dan HAM

Landasan Pendek, F16 tidak Maksimal

Senin, 20 March 2017 08:00 WIB Penulis:

ANTARA/Rony Muharrman

KOMANDAN Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Marsekal Pertama Henri Alfiandi mengatakan pesawat tempur F16 yang saat ini melengkapi Skuadron Udara 16 membutuhkan landasan pacu sepanjang 3.000 meter.

Menurutnya, dengan panjang landasan pacu 2.200 meter saat ini, F16 tipe A/B Block 15 yang mengisi Skuadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin membuat operasional pesawat tempur Amerika itu tidak maksimal, terutama untuk mengangkut senjata serta jumlah bahan bakar.

"Kalaupun bisa terbang, bahan bakar sedikit, begitu juga dengan senjata," jelasnya.

Saat ini Henri sudah berkoordinasi dengan seluruh pihak, salah satunya Angkasa Pura selaku pengelola Bandara Sultan Syarif Kasim II karena Lanud Roesmin Nurjadin dan Bandara kini berbagi landasan pacu yang sama.

Ia juga mengatakan telah menyampaikan perihal panjang landasan pacu itu ke Kementerian Pertahanan.

"Sudah mengajukan semua biaya dan sebagainya. Sekarang jalan ke sana (perpanjangan landasan) sudah (dilakukan). Mudah-mudahan empat bulan ke depan (panjang landasan) 2.600 meter," tuturnya.

Sisa 400 meter lagi untuk mencapai total 3.000 meter dijadwalkan dapat segera terealisasi pada 2018 atau awal 2019.

Terkait dengan peristiwa tergelincirnya pesawat tempur F16 dengan nomor ekor TS1603 (14/3), Danlanud mengatakan salah satu faktornya ialah panjang landasan yang terbatas.

Pada saat kejadian kecepatan pesawat tinggal 35-40 kilometer/jam dan harus dilakukan pengereman mendadak pada salah satu bagian roda untuk menghentikan pesawat sehingga tergelincir ke luar ujung landasan dan menyebabkan badan pasawat terbalik.

Lanud Roesmin Nurjadin saat ini merupakan satu-satunya lanud tipe A di Sumatra.

Terdapat dua skuadron udara di pangkalan militer tersebut.

Selain Skuadron Udara 16 dengan jet tempur F16-nya, terdapat Skuadron Udara 12 dengan Hawk 100/200.

Terkait dengan insiden itu, pihak Lanud Roesmin Nurjadin masih menunggu hasil penyelidikan sebelum memutuskan untuk mengaktifkan kembali Skuadron Udara 16. (Gol/Ant/P-2)

Komentar