Olahraga

Dua Emas Taekwondo Target Realistis

Senin, 20 March 2017 04:00 WIB Penulis: Nurul fadillah

ANTARA

PENGURUS Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) mematok target dua medali emas di Asian Games 2018.

Di ajang olahraga terbesar se-Asia yang akan berlangsung di Jakarta-tersebut, PB TI menargetkan dua medali emas yang masing-masing di kategori poomsae (seni) dan kyorugi (tarung).

Pelatih pelatnas taekwondo Rahmi Kurnia mengatakan, target tersebut terbilang realistis mengingat taekwondoin Indonesia mengalami kemajuan pesat pada Kejuaraan Asia di Manilla, Filipina pada 16-17 April tahun lalu.

Saat itu, Indonesia meraih satu eman nomor beregu putra di kategori poomsae.

Raihan tersebut dilengkapi dengan dua perak dua perak di kategori pasangan dan individual putri, serta satu medali perunggu di kategori individual putra.

Sedangkan di kategori kyorugi, optimisme mampu meraih emas di Asian games 2018 berdasar pada pencapaian di SEA Games Singapura 2015.

Saat itu, Indonesia meraih dua emas di kelas 54 kg putra atas nama Reynaldi Atmanegara dan 53 kg putri oleh Mariska Halinda.

"Target (di Asian Games) bisa dua emas. Mudah-mudahan bisa lebih," jelas Rahmi kemarin.

Di Asian Games 2018, taekwondo akan menggelar 20 nomor.

Dari jumlah tersebut, 16 nomor merupakan kategori kyorugi dan sisanya poomsae.

Untuk mencapai target it, PB TI telah memakai jasa dua pelatih asal Korea Selatan yaitu Soon Jae Lee di kategori kyorugi dan Shin Sheung Jung di kategori poomsae untuk menangani 17 taekwondoin yang saat ini menghuni pelatnas.

Pelatnas taekwondo, jelas Rahmi, masih akan menerapkam sistem promosi degradasi.

"Menjelang SEA Games 2017, kami juga akan menjalani training camp selama tiga minggu sebelum Kejuaraan Dunia di Muju, Korea Selatan berlangsung pada 24-30 Juni," imbuh Rahmi.

Siapkan pelapis

Tidak hanya menyiapkan para taekwondoin yang akan masuk dalam tim inti, PB TI juga mulai menyiapkan taekwondoin junior yang akan menjadi tim pelapis atlet utama.

Mereka akan menjadi pelapis taekwondoin utama yang akan menjadi andalan di SEA Games Kuala Lumpur 2017 dan Asian Games Jakarta-Palembang 2018.

Sebanyak 50 taekwondoin junior dari 34 pengurus provinsi di Indonesia ikut dalam seleksi yang dilakukan PB TI di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta Timurm, akhir pekan lalu.

Ketua Harian PB TI Zulkifli Tanjung pun mengatakan, penilaian seleksi dilihat berdasarkan faktor fisik dan teknik para taekwondoin junior.

"Mereka merupakan taekwondoin yang berprestasi di kejuaraan nasional junior. Setelah terpilih, mereka akan kami bina dalam program jangka panjang. Dengan usia tersebut, mereka juga bisa disiapkan untuk Olimpiade 2020 bahkan 2024," ujar Zulkifli.

Para atlet terpilih akan menjalani laga uji coba pertama pada Kejuaraan Asia Junior di Kazakhstan pada 18-21 April mendatang.

PB TI pun berharap pada ajang tersebut, para atlet bisa menghasilkan pundi-pundi medali bagi Indonesia. (R-2)

Komentar