Selebritas

Angela July Ingin Pemerintah Fasilitasi Bakat Seni

Senin, 20 March 2017 02:45 WIB Penulis: Retno Hemawati

MI/PERMANA

PEMAIN harpa sekaligus penyanyi bersuara merdu Angela July Rianto, 29, berharap pemerintah semakin gencar melihat dan berupaya mengembangkan bakat-bakat seni di daerah.

Hal itu berdasarkan pengalamannya yang dinilai cukup berhasil mengembangkan bakatnya hingga masuk menjadi tiga terbaik kontestan X Factor Indonesia pada 2015.

"Menurut pengalaman saya, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus bersinergi untuk memeratakan pendidikan di Indonesia termasuk di bidang musik," kata dia saat hadir di Media Indonesia, Kamis (16/3).

Dia membandingan pendidikan musik khususnya di luar negeri yang lebih merata.

"Mereka lebih rata meskipun memang di kota besar lebih banyak fatilitasnya. Namun, kenyataannya yang terjadi Indonesia terlalu jomplang, apalagi seperti pengalaman saya, kalau mau sukses harus ke Ibu Kota," ucapnya.

Dia yakin pemerintah memiliki bujet yang cukup untuk memfasilitasi bakat-bakat seni di daerah dengan lebih baik.

Jika dirasa membangun sekolah masih sangat jauh, dia kemudian berpendapat sebaiknya melalui program kesenian yang bisa diperbanyak dan frekuensi yang lebih sering.

"Di Pontianak, musik daerahnya Dayak dan Melayu. Orang Dayak dan Melayu banyak yang berbakat, benar-benar tidak berguru pun sudah hebat. Hanya, yang terekspos sangat sedikit. Pemerintah harus dukung anak daerah melalui kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) atau Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi)," kata dia.

Ibu satu anak itu kemudian menambahkan dua ajang itu belumlah cukup karena hasil dari kegiatan tersebut tidak berkelanjutan.

"Setelah bakat-bakat seni dari daerah menang, mereka tidak lagi terdengar, jadi masih kurang. Saya berusul agar guru-guru terbaik di Jakarta difasilitasi sehingga mau memberikan workshop atau masterclass ke daerah," kata dia.

Harpa biru

Saat ini Ela, demikian ia sering disebut, tengah meluncurkan single perdananya, My Hero.

Single itu dirasanya pas dipersembahkan untuk sang ibu.

"Ya lirik lagu itu sangat persis dengan saya, untuk ibu saya, dialah pahlawan saya, tanpa dia saya tidak akan menjadi seperti ini," kata dia.

Dia melanjutkan ibunyalah yang mendukung saat mulai belajar piano di usia lima tahun dan belajar menyanyi di usia tujuh tahun.

"Ibu selalu mengikutkan saya ke berbagai perlombaan. Ibu bilang pada saat itu, menang bukan tujuan, melainkan mengasah mental. Kalau menang enggak sombong kalau kalah coba lagi. Ibuku sangat mendukung agar aku selalu kuat," tuturnya dengan wajah gembira.

Dia juga bersyukur kedua orangtuanya tidak memandang sebelah mata profesi pekerja seni berkat sanak keluarganya yang cukup berhasil dari sisi ekonomi sehingga mampu menyekolahkan ketiga anaknya menjadi sarjana meski hanya menjadi guru piano di kota kecil.

Ela juga berpendapat media sosial baik Facebook, Youtube, maupun Instagram di masa kini mampu membantu seniman menjadi sukses karena karya-karya yang dihasilkan bisa dilihat banyak orang.

Anak murid Maya Hasan itu juga memiliki kisah unik terkait dengan harpa biru.

"Dalam keluarga kami, biasanya saat menikah diberi perhiasan, tetapi saya tidak suka, bersyukur ibu mertua memberikan saya harpa, harpa biru warnanya. Ini harpa pertama saja dan merupakan mas kawin. Tidak akan pernah saya jual," tutupnya dengan cerita haru. (H-5)

Komentar