Pesona

Versi Baru Fesyen Jalanan

Ahad, 19 March 2017 19:55 WIB Penulis: Bintang Krisanti

AFP/ANGELA WEISS

KENDALL Jenner tampak asyik mengambil foto orang-orang yang berseliweran di depannya. Namun, ia sebetulnya tidak kalah menarik perhatian, dengan topi bowler rajut ekstra besar, jaket corduroy, celana lebar, serta bot bersol sangat tebal.

Kendall memang bukan sekadar duduk di tepi jalan, melainkan menjadi bagian peragaan koleksi musim gugur/dingin 2017 Marc Jacobs. Berlangsung di New York, Amerika Serikat, bulan lalu, konsep peragaan itu ialah suasana jalanan kota besar 'Negeri Paman Sam' dengan muda-mudi saling pamer gaya.

Gaya jalanan (street style) yang diambil Jacobs terinspirasi gaya hip hop 1970-an. Maka seperti yang dikenakan Kendall, celana lebar serta bot tebal mendominasi.

Namun, tentu saja semuanya dikemas modern dan chic khas Jacobs. Kali ini formulanya ialah panjang celana yang dibuat ekstra sehingga berlipat di atas bot. Jacobs juga mengeluarkan setelan olahraga (tracksuit) dengan gaya yang sama. Sementara itu, kesan glamor dihadirkan lewat aplikasi bulu dan payet.

"Koleksi ini penghargaan saya untuk polesan dan keunikan yang diterapkan pada fesyen dari generasi yang selamanya menjadi pencetus fesyen jalanan anak muda," tutur Jacobs yang masuk 100 daftar orang berpengaruh majalah Time 2010.

Di sisi lain koleksi Jacobs juga memberikan gambaran akan eksplorasi gaya celana yang sedang berlangsung di panggung dunia. Tidak hanya Jacobs, desainer dunia lainnya juga banyak yang mengemas kembali gaya celana beberapa dekade lalu.

Phillip Lim dengan mereknya, 3.1 Phillip Lim, mengangkat celana-celana serut (drawsting) dan siluet baggy. Lim yang terkenal dengan gaya jalanan yang elegan dan modern memberi napas baru pada model celana itu dengan mengganti drawstring menjadi ikat pinggang. Kesan elegan juga hadir lewat penggunaan bahan twill dengan warna yang kuat.

Musim eksplorasi celana makin kuat karena Narciso Rodriguez pun ikut dalam tren ini. Rodriguez yang dikenal dengan celana-celana berjahitan kampuh yang tegas kini menghadirkan gaya yang lebih santai dan luwes.

Salah satunya bisa dilihat dari celana 7/8 berpinggang tinggi. Meski begitu, tampilan totalnya tetap elegan dan clean, yakni dengan paduan blazer panjang.

Sweter
Gaya celana yang unik juga terlihat dalam koleksi Delpozo. Celananya sekilas bersiluet mirip dengan koleksi Phillip Lim. Namun, Josep Font, Direktur Kreatif Delpozo, juga mengingatkan kita akan semboyan flower power dari anak muda era 1960-an dan 1970-an.

Motif print bunga hadir di keseluruhan celana dengan bahan-bahan mengilap itu. Kesan kebebasan lalu diperkuat dengan sweter warna-warni dengan aplikasi payet beragam ukuran, termasuk bulatan-bulatan besar di beberapa bagian.

Nyatanya, inspirasi koleksi itu sesungguhnya bukan dari flower generation, melainkan lukisan-lukisan karya pelukis Hongaria era 1890-an Jzsef Rippl-Rnai. Sementara itu, siluetnya terinspirasi oleh karya-karya arsitek dan pematung Max Bill. Paduan itu menghasilkan kesan romantis yang juga edgy dan playful.

Paduan atasan sweter dengan bawahan yang lebih feminin bahkan terkesan old school juga hadir dalam koleksi Carolina Herrera. Desainer senior ini memadukan sweter, yang juga berpotongan bahu membundar, dengan rok lebar berbahan lembut seperti lace.

Sementara itu, Tory Burch mengemas lagi gaya busana Katharine Hepburn. Aktris legendaris Hollywood ini memang dijuluki salah satu ikon dan pendobrak fesyen.

Dialah pencetus gaya androgini dengan mengenakan busana pria. Seperti blazer dan baju berkerah. Namun, aktris yang tidak berhubungan darah dengan Audrey Hepburn ini mengenakannya dengan tetap elegan.

Hererra menerjemahkannya lewat gaun-gaun sutera bertali pinggang serta kemeja bermotif bunga-bunga abstrak. Ia memadukannya dengan celana gaya 1960-an ataupun jaket bulu. Maka tampilan totalnya adalah para perempuan tangguh yang juga penuh gaya. (Nymag.com/wwd.com/M-1)

Komentar