Kuliner

Sajian dari Seoul

Ahad, 19 March 2017 00:01 WIB Penulis: */M-4

MI/ROMMY PUJIANTO

SUKA kimchi atau topokki? Bagi penggila budaya dan kuliner Korea Selatan sebaiknya tidak melewatkan kesempatan ini. Hotel Westin Jakarta, di Jalan HR Rasuna Said, selama 10 hari, 16-26 Maret ini mendatangkan dua chef langsung dari Seoul. Chef Kim Dae-jin dan Chef Hwang Hae-seong menghadirkan masakan rumahan dan jajanan pasar khas 'Negeri Ginseng' di Seasonal Taste Restaurant dengan tema Food for the Seoul.

"Kami memang menghadirkan masakan sehari-hari dari sana (Korea Selatan) karena itu kami memboyong dua koki asli dari Korea supaya masyarakat bisa merasakan rasa yang orisinal," ucap Desiree Merlina, Kepala Marketing Komunikasi The Westin Hotel, saat ditemui Media Indonesia, Rabu (15/3).

Untuk santap siap, kedua chef itu menyajikan lima hidangan. "Hidangan Korea memiliki sebuah ciri khas yaitu amat beragam sehingga makanan utamanya akan didampingi dengan berbagai macam lauk," jelas Chef Kim Dae-jin sebelum mulai memasak.

Hidangan yang dihadirkan antara lain doenjang jjigae atau pasta kedelai rebus, topokki atau tumis kue beras, bulgogi, kimchi, dan bimbimbab sebagai menu utamanya. Selain kelima menu utama itu, kedua chef yang hobi berkemah tersebut menyajikan myulchi bokkeum atau olahan ikan teri dan tentunya saus pedas gochujang.

"Ini (kelima menu makanan) akan terasa lebih nikmat saat semua elemennya diaduk menjadi satu sehingga rasa yang dikeluarkan pun akan lebih berubah," tambah Chef Hwang Hae-song atau yang kerap dipanggil Chef Hwang Charlie.

Jika disantap satu per satu, kelima sajian itu memiliki cita rasa yang berbeda. Rasa asam yang kuat dari kimchi, rasa gurih dimiliki bulgogi dan doenjang jjigae, sedangkan rasa manis datang dari myulchi bokkeum. Untuk beberapa orang, hidangan Korea dinilai memiliki rasa yang terlalu tajam karena kebanyakan hidangan yang dibuat merupakan olahan hasil fermentasi. Akan tetapi, jika menggunakan teknik mencampur semua masakan menjadi satu, rasa yang dihasilkan bisa dibilang seimbang sehingga tidak terlalu asam atau pedas.

Hidangan itu lalu ditutup dengan minuman khas Korea yang dijuluki Korean ice tea. Meski namanya terdengar sederhana, rasa yang dimiliki minuman tersebut sangat beragam. Campuran dari es teh, jus apel, dan yuzu membuat minuman tersebut terasa sangat menyegarkan. Tertarik mencicipinya? Cukup merogoh Rp398 ribu untuk makan siang dan Rp448 ribu untuk makan malam.

Komentar