Eksplorasi

Tlaxcala, Bukti Masyarakat Pramodern Demokratis di Meksiko

Sabtu, 18 March 2017 10:43 WIB Penulis: MI

KEBERADAAN masyarakat demokratis dalam sebuah wilayah, secara historis tentunya langsung mengarah pada peradaban Yunani kuno. Alasannya, asal pemikiran tersebut dibentuk filsuf Yunani, Aristoteles.

Dalam beberapa dekade terakhir, para arkeolog telah menemukan bukti keberadaan masyarakat pra-modern yang diasumsikan mengandalkan organisasi kolektif, di samping penguasa tunggal dalam pembuatan kebijakan di Benua Amerika. Hasil temuan yang dilansir dari Journal of Anthropological Archaeology menyebutkan di dalam sebuah kota Mesoamerica kuno, Tlaxcallan, terdapat sebuah organisasi kolektif yang menyerupai persenatan. Pernyataan tersebut berdasarkan penelitian dengan metode pengamatan situs bersejarah yang dilakukan arkeolog Richard Blanton dan Lane Fargher dari Purdue University.

Tlaxcallan merupakan kota yang dibangun pada sekitar 1.250 Masehi dan berlokasi dekat wilayah Tlaxcala, bagian dari negara Meksiko.

Para peneliti mengatakan senat pada Tlaxcallan berjumlah 50-200 orang. Untuk menjadi anggota senat, para kandidat dilatih dan diseleksi kesatria (warrior).

Di zaman modern, kandidat senat dipilih melalui sistem voting dan ketika pemilihan selesai, kandidat tersebut dilantik dan langsung bekerja. Namun, untuk persenatan Tlaxcallan, kandidat yang mendaftarkan diri sebagai senat harus mengalami beberapa pembelajaran dan ujian fisik yang melelahkan dan mengerikan.

Pada tahap awal, kandidat senat harus berdiri telanjang bulat di tengah plaza utama, sementara kerumunan orang meninju dan menendangnya.

Pada tahap selanjutnya, para kandidat menetap di kuil selama lebih dari dua tahun dan menerima ujian fisik. Ujian fisik yang terlihat seperti siksaan diketahui seperti tidak diberi makan dan dicambuk dengan cambuk berduri di saat tertidur (sebagai bentuk ritual pertumpahan darah), serta dididik dengan pelajaran moral dan hukum oleh para pendeta. Proses tersebut sempat didokumentasikan pendeta Spanyol di 1500-an.

Para peneliti mengatakan orang-orang dari segala strata kelas dapat menjadi bagian dari dewan pemerintahan. Bahkan, beberapa kelompok yang berbeda etnik, tapi hidup di Tlaxcallan sebagai pengungsi, dapat bergabung menjadi senat jika mereka kesatria yang cukup kuat.

Hal itu menggambarkan partisipasi masyarakat untuk dapat bersuara dalam mekanisme pemerintahan meskipun belum dapat dikatakan bentuk demokrasi penuh. Blanton mengasumsikan demokrasi yang terjadi di kota tersebut bukan terproduksi satu kali dan berkelanjutan. Paham tersebut datang dan pergi dan sulit ditekan.

Pembentukan organisasi tersebut diasumsikan tidak terjadi di zaman Mesoamerica pra-Columbus, sebuah masa ketika kepemimpinan didominasi raja-raja yang kuat. (Sciencemag/Dailymail/Zic/L-2)

Komentar