Otomotif

Membersihkan Mesin untuk Mengembalikan Performa Kendaraan

Kamis, 16 March 2017 03:31 WIB Penulis: Iqbal Musyaffa

MI/Agus Mulyawan

PENGGUNAAN kendaraan dalam jangka panjang bisa dipastikan menyebabkan performa kendaraan menurun.

Kendala yang seringkali dihadapi antara lain melambatnya tarikan ketika digas sehingga menyebabkan laju kendaraan lamban.

Melambannya laju kendaraan tersebut antara lain disebabkan endapan-endapan karbon yang ditimbulkan dari kerja bahan bakar ataupun oli kendaraan.

Endapan tersebut bisa ada pada ruang-ruang tertentu di mesin kendaraan, seperti saluran bahan bakar, ring piston, injektor, dan komponen mesin lainnya.

Karena itu, komponen itu harus dibersihkan.

Masalahnya, banyak bengkel tidak melakukan pembersihan pada ruang-ruang tersebut.

"Membersihkan endapan tidak bisa dilakukan sembarangan dan produk pembersih endapan ada berbagai jenis sesuai dengan peruntukannya," ujar Direktur Utama BG Indonesia, distributor produk perawatan mesin kendaraan, Judi Pangesti, ketika ditemui Media Indonesia, Sabtu (11/3).

BG Indonesia memiliki rangkaian produk perawatan mesin yang berasal dari Amerika Serikat.

Ia menyarankan, apabila mobil telah digunakan sejauh 30 ribu-40 ribu kilometer, perawatan dengan menggunakan empat rangkaian produk BG harus dilakukan.

"Mobil perlu dirawat menggunakan paket power tune up, yang terdiri atas throttle body and intake cleaner dan CF5," ujarnya.

Produk tersebut mampu mengembalikan performa tarikan kendaraan sehingga penggunaan bahan bakar menjadi lebih efisien karena kerak karbon yang terdapat pada fuel injector, intake valve, ruang bakar, throttle body, intake manifold, dan idle speed control sudah bersih.

Perawatan mesin kendaraan dilanjutkan dengan menggunakan produk bernama 44K Fuel System Cleaner untuk membersihkan oksigen sensor dan catalytic converter.

"Kalau oksigen sensor kotor, penggunaan bahan bakar pada kendaraan menjadi tidak efisien."

Selain itu, kerak karbon pada ring piston perlu dibersihkan untuk merestorasi kompresi tanpa harus turun mesin menggunakan produk bernama EPR (Engine Performance Restoration).

Penggunaan produk tersebut aman untuk oli baru dan tidak mengandung solvent.

Selain itu, juga mampu merestorasi performa mesin kendaraan jenis VVTi, i-VTEC, dan VVT sehingga mesin lebih awet.

"Kalau kompresi turun, harus dilakukan turun mesin untuk mengembalikan performanya dan butuh biaya yang tidak sedikit. Untuk Xenia saja misalnya butuh Rp10 juta."

Perawatan pada mesin mobil lainnya yang perlu dilakukan ialah menghambat penguapan oli dan mencegah endapan oli pada mesin.

Produk yang sesuai untuk mengatasi masalah tersebut ialah EPC atau Engine Performance Concentrate, yang mampu meningkatkan proteksi terhadap sulfur bahan bakar.

Biaya seluruh rangkaian perawatan mesin tersebut dalam kisaran Rp500 ribu hingga Rp600 ribu. Nilai tersebut relatif terjangkau jika dibandingkan dengan harus mengembalikan performa mesin dengan cara konvensional.

"Masyarakat Indonesia memang masih mencari produk yang relatif murah dari sisi harga tanpa mempertimbangkan manfaatnya. Padahal, kalau sudah ada kendala pada mesin, biaya servisnya jauh lebih mahal," ujar Judi.

Performa meningkat

Manfaat penggunaan produk BG dirasakan Kepala Divisi Komersial Mobeng (Mobil Bengkel) Harapan Indah Bekasi Deden Hendra.

Ia menggunakan BG untuk membersihkan mesin mobil Grand Livina dan Xenia yang dimiliki.

Sebelum menggunakan produk BG, ia merasakan mesin mobilnya bergetar pada putaran mesin bawah dan sangat berat ketika pertama kali digas.

"Memang karakter Grand Livina seperti itu berat pada putaran bawah meskipun saya gunakan bahan bakar Ron 92."

Hasilnya, performa mesin pada putaran bawah naik signifikan. "Bahkan rasanya jauh lebih baik dari ketika pertama kali saya beli mobil ini," akunya.

Performa mesin Xenianya pun diakui jauh lebih baik, khususnya pada mesin putaran atas dan mampu menembus kecepatan 180 km/jam setelah kompresi silinder mobilnya dibersihkan.

"Xenia saya sudah 94 ribu km penggunaannya dan kini kondisi performa mesinnya jadi lebih baik setelah dibersihkan."

(S-2)

Komentar