Lingkungan

Kapal Penabrak Terumbu Karang Raja Ampat Lolos, Luhut Geram

Selasa, 14 March 2017 19:45 WIB Penulis: Achmad Zulfikar Fazli

MI/Galih Pradipta

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyesalkan kapal pesiar asal Inggris, MV Caledonian Sky yang menabrak terumbu karang di Raja Ampat, Papua Barat, bisa lolos.

Pemerintah akan membentuk tim menginvestigasi peristiwa penabrakan tersebut hingga kapal itu bisa lolos meninggalkan Indonesia menuju Filipina.

"Itu sedang kita investigasi dan kita sangat menyesal kok kapal itu bisa lepas dan bisa di Filipina sekarang," kata Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/3).

Ia juga sangat menyayangkan kapal tersebut telah merusak terumbu karang. Padahal, terumbu karang di Raja Ampat merupakan yang terbaik di dunia. "Itu terumbu karang terbaik di dunia," kata dia.

Dari siaran pers Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, kapal pesiar MV Caledonian Sky kandas di atas sekumpulan terumbu karang di Raja Ampat saat melakukan perjalanan ke Bitung.

Saat kapal kandas, sebuah kapal penarik (tug boat) dengan nama TB Audreyrob Tanjung Priok datang ke lokasi untuk mengeluarkan kapal tersebut. Namun tak berhasil lantaran bobot kapal MV Caledonian Sky terlalu berat.

Kapten terus berupaya menjalankan kapal Caledonian Sky hingga akhirnya berhasil kembali berlayar, pada 4 Maret 2017, sekitar pukul 23.15 WIT. Kapal tersebut kini diketahui sudah berlabuh di Filipina.

Kandasnya kapal tersebut telah menimbulkan kerusakan yang luar biasa pada terumbu karang. Investigasi awal menunjukan kerusakan terumbu karang mencapai luas lebih dari 1.600 m2. Parahnya, terumbu karang yang dirusak berada tepat di jantung Raja Ampat, pusat keanekaragaman hayati laut.

Komentar